KEADILAN — Hujan yang kembali mengguyur Pontianak belum sepenuhnya menghilangkan asap. Warga masih mencium bau menyengat dan mengeluhkan udara yang terasa tidak nyaman untuk bernapas, Minggu (06/09/2026).
Martono, warga Pontianak, mengatakan asap masih terasa meski hujan telah turun. Menurut dia, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat, terutama ketika berada di luar rumah.
“Hujan memang turun, tapi asap masih terasa. Bau asap masih ada dan udara juga belum benar-benar nyaman dihirup,” kata Martono kepada keadilan.id.
Menurut Martono, masyarakat berharap hujan yang turun benar-benar mampu mengurangi kabut asap dan tidak hanya membuat kondisi membaik sementara.
“Kami berharap jangan hanya setelah hujan agak bersih, beberapa waktu kemudian asap muncul lagi. Kalau memang masih ada kebakaran, harus segera ditangani sampai benar-benar padam,” ujarnya.

Keluhan warga tersebut terjadi ketika data pemantauan kualitas udara masih menunjukkan kondisi buruk.
Berdasarkan pemantauan AQMS Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Stasiun Pontianak Tenggara mencatat ISPU PM10 sebesar 421 dan PM2.5 sebesar 344 pada Minggu (6/9/2026). Angka tersebut berada pada kategori berbahaya.
Kondisi serupa juga terpantau di wilayah sekitar Pontianak. Stasiun AQMS Kapuas, Kabupaten Kubu Raya, mencatat konsentrasi partikulat yang masih tinggi.
Sebelumnya, warga Pontianak juga melaporkan kondisi asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pantauan media, pada Sabtu (05/09/2026) menunjukkan kabut asap masih terlihat di sejumlah kawasan Pontianak meski hujan telah turun.
Pemerintah Kota Pontianak sebelumnya telah mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk, sesak napas, mata perih maupun keluhan pernapasan lainnya.
Bagi Martono, turunnya hujan menjadi kabar baik, tetapi belum berarti persoalan kabut asap selesai.
“Yang penting sekarang sumber asapnya juga dicari dan dipadamkan. Jangan sampai masyarakat hanya menunggu hujan untuk bisa mendapatkan udara yang bersih,” katanya.
Hingga Minggu sore, kabut asap masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat Pontianak. Hujan memang membantu memperbaiki kondisi, tetapi kualitas udara yang masih buruk menunjukkan persoalan karhutla belum sepenuhnya berakhir.****
BACA JUGA: Erupsi Anak Krakatau dan Utang Manusia Kepada Pasak Bumi








