KEADILAN – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto memastikan bahwa salah satu kebijakan yang sangat penting dalam visi dan misi bakal calon Presiden Ganjar Pranowo adalah hililirisasi industri strategis.
“Terkait dengan hilirisasi industri strategis dan juga sebagai jalan Indonesia berdikari itu juga ditempatkan sebagai kebijakan yang sangat penting di dalam visi misi Capres ke depan dari pak Ganjar Pranowo,” ujar Hasto di Ruangan Konferensi Pers Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2023).
Hasto menambahkan, program hililirisasi merupakan jalan fundamental yang sudah dibangun era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini dilanjutkan dalam kepemimpinan Ganjar ke depan.
“Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri itu fundamennya sudah dibangun dengan sangat baik oleh bapak Presiden Jokowi.
Sehingga terkait dengan hilirisasi sektor strategis pertambangan, membangun kedaulatan pangan kita, apa yang telah diletakan Presiden Jokowi pasti akan dilanjutkan,” tegasnya.
Diketahui, Hilirisasi adalah proses atau strategi suatu negara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki. Dengan hilirisasi, komoditas yang tadinya di ekspor dalam bentuk mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau jadi.
Presiden Jokowi berkali-kali menekankan bahwa Indonesia bakal melakukan hilirisasi untuk semua sumber daya alam (SDA). Tak hanya untuk sektor pertambangan, tapi juga kehutanan hingga kelautan.
Program hilirisasi pertama dilakukan dengan melarang ekspor nikel mentah yang mulai berjalan pada awal 2020 lalu. Kemudian, pada tahun ini akan dilanjutkan dengan larangan ekspor bauksit dan tembaga.
Berdasarkan paparan Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, manfaat hilirisasi adalah memberikan nilai tambah bagi perekonomian melalui kinerja ekspor yang positif.
Salah satu wujud nyata hilirisasi di Indonesia adalah larangan ekspor komoditas mentah. Bahlil mencontohkan, pada 2017 sebelum ada larangan, ekspor produk besi dan baja Indonesia hanya US$3,3 miliar. Lalu, setelah ada larangan, maka pada 2022 realisasi ekspor produk besi dan baja tercatat sebesar US$27,8 miliar.
“Kita lakukan hilirisasi untuk mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals). Ini adalah jalan strategi yang harus Indonesia lakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan per kapita. Mendorong jadi negara baik dan optimalisasikan SDA yang ada. Ini ada strategi negara,” jelas Bahlil dalam acara webinar Indef pada Rabu (8/2/2023) lalu.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Sekjen PDIP Sebut Relawan Ganjar Makin Solid














