KEADILAN– Gerakan Penegak Kedaulatan Rakyat (GKP) menggelar aksi demonstrasi penolakan hasil Pemilu 2024 di depan Gedung DPR/MPR. Aksi dihadiri mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sirajuddin Syamsuddim alias Din Syamsuddin.
Din menuntut hasil Pemilu yang curang dan serta mendesak Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya.
Sebelum berorasi, Din yang memakai topi dan baju lengan panjang itu sempat melantunkan takbiran Idul Fitri yang diikuti massa unjuk rasa. Usai takbiran, Din yang didampingi Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko pun melakukan orasi di tengah teriknya matahari.
Dalam orasinya, Din mengatakan bahwa Pemilu 2024 adalah Pemilu yang penuh kecurangan, intimidasi, dan melanggar konstitusi. Sehingga menurutnya, Pemilu 2024 merupakan pemilu paling kejam yang pernah ada di Indonesia.
“Pemilu ini sangat kejam, intimidasi, dan melanggar konstitusi. Maka, ini adalah kejahatan rakyat dan kedaulatan rakyat,” tetiak Din saat orasiz Selasa, (19/03/2024).
Din menambahkan, kedaulatan rakyat telah lumpuh, roboh, dan dirusak oleh Presiden Jokowi. Sehingga ia mendesak Presiden Jokowi mundur dari jabatannya.
“Presiden Jokowi sumber segala masalah, maka Presiden Jokowi layak dimakzulkan,” ucap Din Syamsuddin.
Ia juga mengatakan bahwa negara Indonesia bukan milik segelintir keluarga Presiden Jokowi, melainkan milik rakyat dan bangsa Indonesia. Untuk itu, ia mendesak agar Dewan Perwakilan Rakyat RI agar segera melakukan hak angket. “(Hak angket) Itu yang ingin kita desakkan,” tandasnya.
Reporter: Ainul Ghurri
Editor: Darman Tanjung











