Keadilan

KEADILAN – Carut marut persoalan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan peradilan menandakan sektor hukum di Indonesia memerlukan reformasi atau perubahan dan transformasi yang signifikan.

Hal tersebut diutarakakan anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta menanggapi penetapan tersangka terhadap mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terkait kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Transformasi tersebut dilakukan dengan peningkatan transparansi, profesionalisme, serta komitmen dan upaya besar untuk melakukan reformasi kultur dan struktur yang berorientasi pada kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan bagi masyarakat secara luas,” ujar Wayan kepada wartawan, Senin (27/11/2023).

Wayan menegaskan, pengawasan yang lebih ketat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mekanisme kontrol yang bersih dan berintegritas.

Waya menyebut, diperlukan komitmen pemerintah untuk melakukan reformasi penegakan hukum dan menjamin kesejahteraan dan keamanan aparat penegak hukum dan peradilan.

Dalam hal ini kata Wayan, konsentrasi pada penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas lebih diperlukan daripada meningkatkan kuantitas.

Wayan menegaskan, publik akan menunggu kelanjutan dari proses hukum terhadap Firli. Pihaknya dari Komisi III DPR akan tetap mengawasi pelaksanaannya agar tidak menjadi sebuah keraguan atau dilakukan secara tidak adil dan melanggar hak-hak hukum yang bersangkutan.

“Komisi III DPR tetap akan melihat dari sisi prosedur dan mekanisme, baik untuk tindak lanjut proses penegakan hukum maupun ketatanegaraan, yang telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan,” bebernya.

Wayan pun berharap dunia hukum di Indonesia akan semakin membaik, adil, seimbang, berkepastian hukum serta mampu mengayomi seluruh kepentingan masyarakat.

“Semoga sistem hukum di Indonesia mampu mendukung upaya bersama dalam menciptakan masyarakat yang makmur, sejahtera, dan berkeadilan sosial,” tukasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

Tagged: , , ,