KEADILAN – Pembina Pelaksana Seminar Sehari Kerja Tahun Merdang Merdem Barata Sembiring Brahmana mengatakan banyak generasi muda di Kota Medan tidak mengenal siapa pendiri kotanya.
“Figur Guru Patimpus harus diangkat,” ucap Barata dalam acara Seminar Sehari Kerja Tahun Merdang Merdem, di Hotel JW Marriott, Medan, Sumatera Utara, Jumat (10/6/2022).
Untuk itu, kata Barata, salah satu tema yang diusung dalam seminar ini adalah ‘Dimana Guru Patimpus’. Ia berharap dengan adanya acara ini, Guru Patimpus dapat lebih dikenal lebih luas oleh masyarakat kota Medan, terutama kalangan generasi muda.
“Semoga ke depan, kita bisa memperkenankan figur, tokoh Guru Patimpus kepada generasi muda,” katanya.

Adapun para ahli yang dihadirkan sebagai pembicara di sesi 1 seminar itu yakbi Pengamat Sosial Dr Bachrul Kahir Amal dan Budayawan Wara Sinuhaji, dengan Dr Hisar Siregar sebagai moderator.
Selain mengenal sosok figur pendiri Kota Medan, kata Barata, ke depan kebersamaan antar etnis di Kota Medan juga harus ditekankan.
“Ditekankan juga kebersamaan semua etnis di Kota Medan. Khusunya Suku Karo dan Melayu,” tutupnya.
Figur Guru Patimpus Sembiring Pelawi diketahui sebagai tokoh yang membuka perkampungan, yang sekarang di kenal dengan Kota Medan.
Ia merupakan keturunan Suku Karo yang dipercaya pandai dan suka mengobati orang, tanpa memandang status mereka.
Kata Medan sendiri, kono diambil dari Kuta Madan. Kuta dalam bahasa Karo bearti “Desa”. Sedangkan madan artinya “Sembuh”.
Di tahun 1901 Belanda membuat Kuta Madan sebagai pusat pemerimtahan untuk Sumatera Utara. Karena lafal orang Belanda berbeda, maka berubahlah penyebutannya menjadi Kota Medan.











