KEADILAN – Banyak sejarah yang ditulis tidak sesuai dengan faktanya. Demikian disampaikan Sejarawan Indonesia, Batara Richard Hutagalung, kepada keadilan.id menjelang Ketua Umum Komite Nasional Pembela Kedaulatan Negara dan Martabat Bangsa (PKNMB) itu menjadi narasumber dalam Keadilan TV, Jumat (10/10/2025).
Salah satu yang disorot Batara adalah posisi etnis Cina pada era penjajahan Belanda dan Jepang serta era perang kemerdekaan dan era orde lama dan baru.
Apakah etnis Cina ikut terjajah bersama etnis pribumi atau justru ikut menjadi mitra penjajah dalam menjajah dan memperbudak etnis pribumi?
Batara juga membantah peristiwa 1740-1743 yang ditulis Rafles sebagai pemberontakan etnis Cina di Indonesa. Menurutnya peristiwa tersebut adalah pembantaian yang dilakukan Belanda kepada mitra dagangnya yang mulai merepotkan Belanda sendiri. Pemicunya karena perekonomian merosot.
Batara juga menyebut bahwa etnis pribumi menjadi korban perbudakan yang dilakukan Belanda dan Cina. Bahkan etnis pribumi diperjual belikan sebagai budak oleh kedua bangsa tersebut. Bagaimana penjelasan lengkapnya, simak pemaparan Batara di https://www.youtube.com/@MajalahKeadilanTV.








