Akademisi UISU: Kinerja Walikota Medan Mengecewakan

KEADILAN- Akademisi Universitas Islam Sumatera Utara, Achmad Riza Siregar mengaku kinerja kinerja Muhammad Bobby Afif Nasution sejak dilantik jadi Walikota Medan masih mengecewakan.

Hal itu diungkapkan Riza menjawab pertanyaan sejumlah wartawan tentang kinerja Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dalam memimpin Ibu Kota Provinsi Sumut ini. Apalagi belakangan, diketahui, ada anggaran Pemerintah Kota Medan yang mengendap di Bank senilai Rp. 1,8 Triliun.

“Kalau saya ditanya, saya memang tak puas dengan kinerja Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution. Pertama, tentang ke semerawutan lalu lintas jalan di Kota Medan. Kedua, penanganan banjir atau lebih sering disebut genangan air pasca hujan di beberapa ruas jalanan kota. Arah penunjuk jalan dan banyak hal lainnya yang berkaitan langsung dengan kehidupan rakyat sepertinya belum ada yang berubah,” ujar Riza.

Kemudian, lanjut sambung dia, secara garis besar di Sumut, serapan anggaran keuangan masih terlalu rendah. Berdasarkan catatan per September 2021, hanya mencapai 55 %.

“Nah, terkait anggaran yang mengendap tersebut, seharusnya, Pemerintah Kota Medan merealisasikanya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini. Ekonomi rakyat kupak-kapik”jelasnya.

Terkait persoalan infrasturktur dan banjir serta ke semerawutan lalu lintas di jalan, tambah Riza, Walikota Medan bisa menggerakkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Medan dan pihak terkait lainnya.

“Saya kira hal itu dapat dilakukan dengan mudah oleh Walikota Medan. Undang OPD dan stakeholder terkait lainnya untuk mengatasi persoalan yang dihadapi rakyat. Kalau itu dilakukan, niscaya Walikota Medan yang tergolong masih muda belia ini diberi acungan jempol oleh rakyat. Itu penting untuk mendongkrak citra Walikota Medan. Apalagi, Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution saya rasa masih mempunyai cita-cita politik ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo “menyindir” sejumlah kepala daerah terkait masih rendahnya serapan angaran Pemerintah Daerah. Padahal, di tengah pandemi Covid-19, realisasi anggaran itu sangat dibutuhkan untuk meringankan beban rakyat.
Menanggapi hal itu, Walikota Medan mengaku dana yang mengendap di Bank bukan sengaja ditahan. Bobby mengatakan, banyak proyek di Kota Medan yang sedang berjalan dan belum selesai.

Marulitua Tarigan, Frans Marbun