KEADILAN- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Hermanto Siregar mengatakan bahwa sektor pertanian harus diperkuat dan mendapat dukungan dari semua pihak untuk menguatkan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.
Menurutnya, pembangunan pertanian rakyat harus diakselerasi secara maksimal untuk memperkuat sektor pertanian secara baik.
Lebih dari itu, sektor pertanian saat ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19.
“Penguatan sektor pertanian merupakan bentuk gerakan menjaga ketahanan pangan. Karena pada dasarnya pangan adalah hak dasar warga negara yang dijamin konstitusi,” kata Hermanto, Minggu (19/7/2020).
Namun begitu, kata Hermanto, penguatan sektor pertanian harus diimbang dengan peningkatan kesejahteraan petani.
“Untuk merealisasikan program tersebut salah satunya harus menjamin kesejahteraan petani,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Pembina Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PP Perhepi) itu.
Hal senada juga disampaikan oleh Peneliti Utama, Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) Agus Pakpahan. Menurutnya, kesejahteraan petani merupakan landasan negara untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
“Pembangunan sebagai pemerdekaan perlu dijadikan landasan perumusan kebijakan pembangunan yang berpihak pada petani dan pertanian. Broadening ownerships merupakan kunci peningkatan kesejahteraan petani,” tandasnya.
Agus menilai, strategi industrialisasi perlu menghasilkan efisiensi perubahan rasio mencapai sekian persen penurunan PDB pertanian dalam PDB nasional terhadap perubahan tenaga kerja pertanian, yakni sekitar 2.000 untuk mempercepat proses transformasi ekonomi dan mengatasi proses guremisasi.
“Model pertanian sirkular merupakan pilihan tepat untuk pertanian tropika yang dicirikan oleh sifat iklim yang panas dan lembab, yang sekaligus pula untuk mengatasi masalah kekurangan protein hewani, mengatasi masalah lingkungan dan mengatasi kecenderungan meningkatnya kasus antibiotik resisten,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementan, Erizal Jamal mengatakan bahwa sektor pertanian merupakan penyelamat ekonomi nasional, terlebih di dalam situasi seperti sekarang ini.
Meski masih terjadi penurunan di sana-sini, tapi secara fakta, kata Erizal, sektor yang tetap berjalan dengan baik dan memberikan konstribusinya adalah pertanian.
“Berdasarkan data dari Bada Pusat Statistik (BPS) eskpor pertanian kita menunjukkan tren yang positif. Untuk sektor lainnya malah tidak memperlihatkan perkembangan,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Erizal, pertanian memerulukan proses perencanaan berkelanjutan dan bersifat akumulatif dari waktu ke waktu yang merupakan perencanaan jangka panjang. Di mana sektor pertanian tidak bisa dibangun dengan perencanaan jangka pendek
“Pertanian perlu dukungan banyak pihak, tidak bisa parsial sebagai tanggung jawab kementerian teknis belaka. Harus adanya sinergi yang kuat kalau ingin menyelamatkan pertanian Indonesia,” tutupnya.
AINUL GHURRI








