Pilpres Dua Putaran, Kocok Ulang Koalisi Bisa Terjadi

KEADILAN – Partai Demokrat tidak menampik terjadinya dua putaran untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Kocok ulang koalisi dukungan terhadap pasangan calon (paslon) pun bisa terjadi.

Hal tersebut diutarakan Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron menanggapi kemungkinan gabungan koalisi capres nomor 1 dan nomor 3 pada putaran kedua.

“Ya (bisa terjadi-red). Itu diserahkan ke masing-masing partai. Dan koalisi antar koalisi menurut saya belum tentu terwujud. Tapi kalau koalisi antar partai-partai yang sebelumnya mendukung masing-masing capres itu bisa,” kata Herman.

Namun kata Herman, gabungan antar koalisi Pilpres agak sulit. Mengingat kata Herman, menyatukan visi dan misi antar partai tidak mudah.

“Kalau koalisi dengan koalisi menurut saya mungkin agak sulit karena harus menyatukan masing-masing visi partai itu tidak mudah. Tetapi kita lihat ke depan apa yang terjadi dengan situasi itu. Syukur-syukur satu putaran,” tegasnya.

Namun saat ini kata Herman, pihaknya fokus memenangkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sehingga bisa terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029.

Saat ini kata Herman semua partai mempunyai dua misi yang harus diperjuangkan. Yakni berjuang menuju senayan dan memenangkan paslon masing-masing.

“Ya kan ada doble misi sekarang. Kita juga tidak bisa meninggalkan misi partai, kita juga tidak bisa meninggalkan komitmen terhadap capres karenanya dua misi ini sejalan. Pak Prabowo harus menang, Demokrat juga harus menang,” tukasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Sidang Paripurna Perdana DPR 2024, Cak Imin Absen