4 Bocah Tewas Dibunuh, Pemilik Kontrakan: Tidak Ada Tanda-Tanda Aneh

KEADILAN – Rumah kontrakan tempat ditemukannya empat anak yang tewas di Gang Haji Roman, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini diberi garis polisi (police line). Pemilik kontrakan mengatakan, suami-istri orang tua para korban sangat tertutup.

Kontrakan tersebut kini terlihat sepi. Hanya ada kandang burung yang tergantung di depan pintu, mobil mainan dan tempat jemuran. Sementara enam kontrakan lainnya masih terisi. Tetapi penghuninya tidak terlihat ke luar rumah. Semua pintu terkunci. Sepi layaknya rumah tak terisi.

Pemilik kontrakan yang rumahnya berada dalam kompleks kontrakan itu, Asmoro Dwi Astuti menceritakan keseharian keluarga Panca Darmansyah (41). Panca saat menempati rumah kontrakannya dikenal sosok yang tertutup. Istri Panca, Devnisa juga jarang berinteraksi dengan tetangga.

Menurut Asmoro, tidak ada perilaku aneh yang ditunjukkan Panca sebelum kejadian. Pria itu seperti biasa hanya menyapa jika bertemu.

“Baik-baik aja, enggak ada yang aneh-eneh, setiap ada ibu, dia nyapa. Selamat pagi bu, selamat siang bu atau apalah itu,” kata Asmoro, Kamis (7/12/2023).

Lanjut Asmoro, Panca dan istrinya akan terlihat di kontrakan saat akhir pekan. Itu pun jarang berinteraksi dengan tetangga. “Istrinya enggak pernah interaksi karena kerja. Ya paling Sabtu, Minggu, mereka jalan mungkin ya,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, empat anak ditemukan tewas di sebuah kontrakan di Jagakarsa, pada Rabu (6/12/2023). Keempat anak itu diduga dibunuh sang ayah. Peristiwa itu diketahui karena dari dalam rumah kontrakan tersebut menyeruak bau menyengat.

Keempat anak tersebut terdiri dari dua anak perempuan berinisial VA (6) dan S (4). Sedangkan anak laki-laki berinisial AR (3) dan AS (1). Saat ditemukan, Panca tengah melakukan aksi bunuh diri dengan menyayat lengan tangannya dan menikam perutnya.

Reporter: Wilibaldus Aldino
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Ayah 4 Bocah yang Tewas di Jagakarsa Sempat Minta Minuman Isotonik