KEADILAN- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) memberikan izin penerapan new normal terhadap 15 kabupaten/kota di Sumut, Minggu (31/5).
Kelima belas daerah itu adalah, Nias Barat, Pakpak Barat, Samosir, Tapanuli Tengah, Nias, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Nias Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Kota Gunungsitoli, dan Nias Selatan.
Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Sumut, Dr Wikho kepada KEADILAN mengatakan, 15 daerah yang diperbolehkan menerapkan new normal itu masuk kategori hijau. Selain itu belum diperbolehkan, salah satunya Kota Medan.
“Iya, kita sudah memberikan izin penerapan new normal untuk 15 kabupaten/kota di Sumut. Zona new normal itu adalah zona hijau ya, tidak semua daerah. Karena ada beberapa daerah masih zona merah, seperti Medan,” katanya.
Menurut Wikho, jika daerah itu masuk kategori zona merah, diimbau untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid 19. Menjaga jarak (physical distancing, stay at home dan social distancing).
“Sangat disayangkan masih terjadi kerumunan orang saat pencairan dana bansos. Sejatinya itu tidak diperbolehkan di daerah zona merah,” ujarnya.
Pihaknya memang tidak bisa melakukan penegakan hukum kepada masyarakat yang melanggar aturan itu, kecuali berupa imbauan saja.
Sementara itu, dari pantauan KEADILAN di Kantor Pos Medan, Jalan Putri Hijau, ribuan warga bergerombol untuk mencairkan dana bansos yang diberikan oleh pemerintah pusat. Juli (50) salah satu warga yang mendapat bantuan itu mengaku, datang ke kantor pos tersebut sejak pukul 08.00 WIB.
“Aku sudah antre sejak pagi pukul 08 di kantor pos dan baru berhasil pukul 15.00 WIB. Itupun dengan penuh perjuangan, karena warga berdesakan satu sama lain. Apalagi warga yang datang ke lokasi itu ribuan orang, bisa-bisa sampai malam itu baru selesai,” kata Juli.
Menurut dia, saat proses pencairan itu, dia tidak lagi memikirkan terkena atau tidak lagi. “Mana ada kepikiran kena covid atau tidak lagi. Yang kita pikirkan saat ini bagaimana bisa beli beras untuk kebutuhan keluarga di rumah,” ucap ayah lima anak ini sambil menitikkan air mata.
FRANS MARBUN













