KEADILAN- Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkap adanya peningkatan angka kriminalitas sebesar 10 persen di wilayah Jadetabek selama pandemi Covid-19 sejak Maret hingga April 2020.
Terkait data ini, pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati mengaku tidak serta mempercayai data tersebut. Devie begitu sapaan akrabnya meminta supaya lebih cermat melihat data yang disajikan aparat kepolisian.
“Sebenarnya kita lebih cermat dulu melihat datanya. Bisa jadi bukan hanya karena persoalan pandeminya. Bahkan kalau belajar dari negara negara lain pun sebenarnya bukan hanya Pandemi kemudian ada peningkatan kejahatan atau kriminalitas,” ujar Devie kepada KEADILAN, Rabu (6/5/2020).
Lanjut Devie, menafsir data setiap kejadian harus mempunyai latar belakang masing-masing. Sehingga data yang ditampilkan aparat kepolisian tidak melulu berkaitan dengan pandemi covid-19.
“Perlu kita lihat setiap kejadian itu punya latar belakang masing-masing. Kalau misalnya beberapa kejadian yang lalu misalnya ada perampokan di jalan itu sebenarnya bagian dari kejahatan jalanan yang memang juga terjadi bahkan sebelum pandemi. Jadi tidak betul-betul erat kaitannya hanya karena pandemi,” tegasnya.
Devie pun mencontohkan latar belakang orang mengkonsumsi narkoba. Menurut Devie, orang mengkonsumsi narkoba untuk menghilangkan stress. Meski hal tersebut melanggar Undang-Undang (UU).
“Narkoba itu kan punya dua efek. Satu efek yang kemudian membuat orang semakin semangat karena sebagai stimulan tetapi juga ada yang sifatnya menenangkan. Disinyalir kalau memang peningkatan tinggi, bisa jadi ada hubungannya, berpeluang dengan tingkat stress yang dialami oleh banyak orang,” tukasnya.
Odorikus Holang












