KEADILAN- Pemerintah Kota Bekasi memberlakukan tes swab Covid-19 yang dilakukan dengan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada masyarakat di 6 lokasi perbatasan Kota Bekasi.
Perlu diketahui, PCR tes merupakan prosedur pemeriksaan yang diawali dengan sampel dahak, lendir, atau cairan dari bagian antara hidung dan tenggorokan.
Kemudian, akan dilakukan metode swab yang prosedurnya memakan waktu 15 detik dengan tidak menimbulkan rasa sakit, dan selanjutnya akan dibawa untuk diteliti di laboraturium Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
“Melalui sampling bagi warga yang masuk maupun keluar Kota Bekasi, akan dilakukan untuk PCR tes guna mencegah penyebaran mata rantai Covid 19 ini, test tersebut dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Tim RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi yang disebar di 6 lokasi PSBB,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi melalui siaran persnya, Selasa (5/5/2020).
Dia menyampaikan, Pemkot menyiapkan 50 alat tes PCR di masing-masing titik perbatasan Kota Bekasi. Namun, di Perbatasan Sumber Artha yang menjadi jalan protokol utama keluar masuk masyarakat ke Kota Bekasi akan disiapkan 100 alat tes PCR.
“Jadi masyarakat yang hendak masuk ke Kota Bekasi akan terlebih dahulu menjalani tes swab secara acak. Berhenti sebentar, dahak taruk, lihat datanya dengan KTP langsung dicatat,” ucapnya.
Rahmat mengatakan, penerapan ini telah berkoordinasi dengan Kapolres Metro Bekasi dan Dandim 0507 Bekasi. Lebih lanjut, PCR test tersebut dihabiskan pada hari itu juga untuk di perbatasan perbatasan yang telah di tentukan di 6 titik tersebut.
Selain itu, petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi akan disebar di 6 lokasi perbatasan PSBB. Adapun enam titik perbatasan Kota Bekasi itu yakni, perbatasan Lubang Buaya-Pondok Gede, perbatasan Jembatan Sasak Jarang-Wisma Asri Bekasi Utara, perbatasan Sumber Arta, perbatasan Jatiwaringin, dan perbatasan Pabrik Teh Botol Sosro Harapan Indah.
“Dan untuk lokasi PSBB di Stasiun Utama Kota Bekasi akan dilakukan oleh petugas kesehatan dari RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi,” ujarnya.
Rahmat mengutarakan, pelaksanaan tes swab Covid-19 ini dilakukan pada hari ini Selasa (5/5). Hal itu untuk mendeteksi dengan cepat penyebaran Covid-19. Sebab masih banyak masyarakat yang melakukan pelanggaran pada PSBB tahap kedua ini.
“Ini kita serius berkoordinasi Kapolres dan Dandim untuk menggalakkan di lapangan, termasuk sosialisasi ASN dan non ASN yang woro woro kepada warga yang masih nongkrong, tidak memperdulikan kesehatannya sendiri untuk tidak keluar rumah jika tidak ada urusan penting,” tandas Rahmat.
Dia mengimbau agar masyarakat mengikuti peraturan Pemerintah Kota Bekasi, karena kata Rahmat, jumlah terduga positif di Kota Bekasi sudah mencapai level tinggi.
“Harus berapa banyak lagi menjadi korban dari Covid 19 ini? Dengan cara kita bekerjasama dari warga dan pemerintah, untuk sama-sama sosialisasikan bahaya dari Covid 19 ini. Warga mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, gunakan masker, lakukan PSBB dan terpenting jika tidak ada kepentingan di rumah saja. Itu kerjasama yang baik,” tutup Walikota.
AINUL GHURRI








