SBI Diminta Batal Bangun Pabrik Beton Dekat Sekolah, Ini Alasannya

KEADILANWakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung, meminta cucu perusahaan BUMN, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), mengkaji ulang pembangunan lokasi khusus pembuatan beton readymix (batching plant) di Jalan Mabes Hankam, Jakarta Timur. Selain banyak penolakan dari sejumlah kalangan, juga mengganggu aktivitas pendidikan yang ada di sekitar. Hal itu dikatakannya di sela-sela rapat kerja di Gedung DPR RI Senayan, Rabu (26/02/2020).

Martin mengatakan, pendirian industri merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun kebijakan tata kota dan rencana tata ruang dan wilayah juga harus dipertimbangkan. Oleh karena itu dalam menentukan lokasi industri dampak lingkungan juga harus diperhatikan. “Kebijakan tersebut diberikan agar industri juga melihat aspek lingkungan dan daerah yang ada agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan,” terangnya.

Politisi Partai NasDem ini menilai seharusnya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mengkaji ulang pembangunan lokasi tersebut karena Yayasan Nizamia Andalusia sudah lebih dahulu berada di sana. “Seharusnya dikaji duluapakah berdekatan dengan areal pendidikan atau kesehatan. Kita harap ini menjadi perhatan serius agar perusahan BUMN kita tidak berdampak buruk bagi negara sendiri,” ujarnyaseraya menambahkah dirinya akan menyampaikan  langsung permasalahan ini kepada Semen Indonesia Group selaku holding company untuk menjadi perhatian serius.

Seperti diketahui, pembangunan lokasi khusus pembuatan beton readymix (batching plant) milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Jalan Mabes Hankam, Jakarta Timur menuai penolakan. Salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pembangunan di lahan Kodam Jaya ini dinilai mengganggu aktivitas belajar-mengajar karena berdekatan dengan Yayasan pendidikan yang sudah lebih dahulu ada disana.

 

SYAMSUL MAHMUDDIN