Akademisi Minta Kementan Jaga Harga Kebutuhan Pokok

KEADILAN- Wakil Dekan Akademik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Dr. Sujarwo mengatakan, di tengah pandemi virus corona (Covid-19), kerjasama sinergitas antar lembaga negara menjadi sangat penting dalam hal kebutuhan pokok, salah satunya menjaga harga pasar di sejumlah wilayah.

Karena Indonesia saat ini sedang menghadapi ibadah puasa serta ujian datangnya pandemi corona. Apalagi, sebulan ke depan Indonesia juga akan menghadapi hari raya Idhul Fitri 2020.

“Tapi saya sangat yakin bahwa kebutuhan pokok kota dalam kondisi aman. Terlebih saat ini sedang berlangsung panen raya di sejumlah daerah. Meski cukup, pemerintah wajib melakukan pemantauan harga pasar antar wilayah di seluruh Indonesia,” katanya Sujarwo, Jumat, (24/4/2020).

Menurut Sujarwo, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki peran yang sangat penting dalam penguatan cadangan pangan secara nasional. Sedangkan untuk cadangan pangan di masing-masing daerah, baik kabupaten dan kota harus saling bekerjasama menyediakan kebutuhan warganya dengan baik.

“Saya kira yang penting adalah koordinasi antar wilayah untuk menyediakan pos-pos stok pangan pemerintah yang merata, sehingga defisit tetap ter-supply dari daerah surplus.

“Ini artinya juga meningkatkan supply chain pangan oleh pemerintah daerah. Jadi koordinasi lintas sektor ini harus benar-benar dipastikan bahwa distribusi pangan berjalan dengan aman dan terkendali,” tuturnya.

Meski demikian, Sujarwo mendukung upaya Kementan dalam mempermudah layanan antar jemput sembako melalui jasa Gojek, Grab dan perusahaan e-commerce Blibli Indonesia di sejumlah pasar mitra tani.

“Saya mendukung kerjasama yang sangat baik ini, namun lagi-lagi kinerja distribusi pangan yang optimal memerlukan perhatian lebih pada sisi supply agar tetap aman. Misalnya, dengan menjaga produksi petani dan memberi harga yang baik. Kemudian cadangan pangan di level desa harus diaktifkan peranannya,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kementerian Pertanian baru saja meluncurkan inovasi sistem pengambilan beras melalui ATM Pertanian Sikomandan yang tersebar di kantor-kantor TNI Jakarta. Layanan ini baru saja diluncurkan dengan titik awal di Kodim 0501 Jakarta Pusat.

Layanan ATM ini sedikitnya menyiapkan beras sekitar 1,5 ton untuk kebutuhan 1000 orang. Dengan ATM ini, masyarakat pra sejahtera dan mereka yang terdampak Covid 19 berhak mendapatkan beras secara gratis.

Keberadaan inovasi sistem ATM ini merupakan hasil kerjasama dan kolaborasi antar mitra usaha tani seperti BNI 46, BRI, Bank Mandiri dan Perusahaan BUMN lainnya.

AINUL GHURRI