Wowon Akui Bunuh Istrinya Karena Sakit Hati

KEADILAN– Masih ingat kasus ‘serial killer’ Wowon Erawan kakek 60 tahun, ya kini perkara kasus pembunuhan istrinya sudah memasuki persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Jawa Barat.

Wowon merupakan terdakwa pembunuhan berantai bersama Solihin alias Duloh dan M Dede Solehudin. Dalam persidangan itu, Wowon Erawan alias Aki Banyu mengakui menjadi otak pembunuhan istrinya Ai Maimunah.

Wowon mengatakan, pembunuhan dilakukan karena sakit hati dengan sang istri yang tidak menjenguknya saat ia sakit. Dia awalnya menghubungi Solihin untuk merencanakan pembunuhan Maimunah.

“Dulu kan saya masuk rumah sakit, nah dia (Ai Maimunah) tidak menengok sama sekali. Jadi saya sakit hati. Jadi saya menanya ke Solihin agar ‘Pak apakah disuruh minum kopi saja’?” kata Wowon di PN Bekasi, Senin (14/8/2023).

Mendengar pernyataan Wowon, lantas Hakim mempertanyakan terkait tujuan dari meminum kopi tersebut. Wowon menuturkan, tujuan memberikan kopi ialah untuk membunuh korban.

“Tujuannya Ai Maimunah itu dikasih minum kopi yang ada racunnya itu apa?” tanya Majelis Hakim.

“Tujuannya biar mati Pak,” jawab Wowon.

Dalam perencanaan itu, Wowon menyebutkan, Solihin menyanggupi permintaannya untuk membunuh korban. Sebagai imbalannya, Wowon menjanjikan uang sebesar Rp500 juta.

Sebagai informasi, dalam kasus ketiga terdakwa membunuh tiga korban yakni, Ai Maimunah, Ridwan Abdul Muiz, dan Muhamad Riswandi yang merupakan dua anak Maimunah dengan mantan suaminya.

Pembunuhan berantai oleh Wowon dkk terungkap Diskrimum Polda Metro Jaya setelah satu keluarga ditemukan tergeletak lemas di rumah kontrakan daerah Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Para korban di Bekasi diduga diracun karena mengetahui penipuan dan pembunuhan yang sebelumnya dilakukan Wowon bersama Muhammad Dede Solehudin (35), dan Solihin alias Duloh (64) di Cianjur.

Dalam aksinya, para terdakwa diduga mencampurkan pestisida dan racun tikus ke dalam kopi. Tiga korban tewas akibat mengonsumsi kopi beracun itu, yakni Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (23), dan Muhammad Riswandi (17). Sementara itu, satu korban berinisial NR (5) yang sempat kritis adalah anak kandung Wowon. NR selamat karena hanya menyesap sedikit kopi beracun.

Reporter: Ainul Ghurri
Editor: Darman Tanjung

Index