KEADILAN – Vaksinasi covid-19 yang diterima selebgram Helena Lim berbuntut hukum. Polda Metro Jaya pun memanggil Helena terkait hal tersebut. Pasalnya, vaksinasi covid-19 baru diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memastikan, pihaknya masih menyelidiki unsur pidana kasus yang melibatkan wanita yang berjuluk ‘crazy rich Jakarta Utara’ itu.
“Masih penyelidikan. Nanti saya cek,” ujar Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/2/2021).
Kasus Helena sendiri ditangani oleh Penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat. Namun Tubagus enggan menyebut hasil pemeriksaan tersebut. “Konfirmasi ke kamneg,” ujar Tubagus singkat.
Diketahui, Video Helena disuntik vaksin covid-19 di sebuah fasilitas kesehatan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, viral. Padahal, vaksinasi covid-19 baru diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.
Video yang diunggah akun Instagram @helenalim899 menampilkan wanita yang dikenal sebagai ‘crazy rich Jakarta Utara’ itu tengah mengantre untuk vaksinasi. Penyanyi sekaligus pengusaha itu datang bersama delapan rekannya.
“Lagi ngantre vaksin, semoga setelah vaksin kita bisa ke mana-mana ya, semoga vaksinnya berhasil. Ada vaksin semuanya aman,” kata Helena lewat akun Instagram miliknya.
Protes keras terhadap vaksinasi terhadap Helena cs datang dari influencer Covid-19 Tirta Mandira Hudhi alias dokter Tirta. Protes Tirta layangkan karena ada dugaan keempat orang itu bukan apoteker.
Dugaan ini Tirta dapatkan dari teman-teman nakesnya yang menelusuri identitas Helena dan kawan-kawannya. “Kalau memang dia bukan apoteker dan orang kaya yang antreannya masih di belakang, saya minta ditindak. Baik oknum yang memberi vaksin, dinas yang memberi izin, dan orang yang menerima vaksin,” katanya.
Tirta mengatakan sudah melayangkan protesnya ke Kementerian Kesehatan dan Pemprov DKI. Saat ini dia mengaku sedang menunggu jawaban dari pihak terkait soal dugaan penyimpangan penerima vaksin Covid-19.
“Kalau semua orang buru-buru begini, berarti orang kaya bisa dapat vaksin duluan. Nanti orang ga punya duit, ga terkenal, ga dapat vaksin. Ga adil kayak gini,” tukasnya.
Odorikus Holang








