Sosok Keibuan Risma Pahami Kondisi Mantan Napi Teroris

KEADILAN – Bak Ibu memperlakukan anaknya. Sosok keibuan Tri Rismaharini Menteri Sosial terlihat manakala dia  secara seksama mendengarkan kesulitan mereka menata hidup kembali, terutama dari sisi ekonomi selepas menjalani hukuman. 

Hari ini, Selasa (14/05/2024) Menteri Sosial Tri Rismaharini  berdialog dengan 25 mitra deradikalisasi (mitra derad) di Balai Besar Pendidik Yogyakarta dan Pelatihan (BBPPKS) Yogyakarta.

Stigma negatif yang dilekatkan kepada 25 mantan napi teroris ini, telah menyebabkan kehidupan mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan. 

Usai mendengarkan keluhan mereka, Mensos Risma menjanjikan bantuan kewirausahaan sesuai minat dan kemampuan mereka. Bahkan Mensos pun bersedia memberikan berbagai macam pelatihan jika mereka membutuhkan baik melalui Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) ataupun pelatihan vokasional di balai dan sentra Kementerian Sosial. 

“Panjenengan passion-nya di mana, nanti akan saya terjunkan yang menangani pemberdayaan. Kalau bapak-ibu ingin belajar, nanti bisa belajar dari PENA TV setiap akhir pekan. Ada juga pelatihan di Balai Kemensos,” tutur Mensos Risma pada para Mitra Derad yang hadir. 

Kepada awak media, Mensos Risma berpandangan,  pemberdayaan para mitra derad tersebut selain memperbaiki ekonomi mereka,  juga merupakan upaya agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Pemberdayaan tersebut bahkan diharapkan bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan. 

Mensos Risma pun memberikan suntikan semangat bagi mereka dengan memperlihatkan contoh penerima manfaat PENA yang telah sukses meraup omzet tinggi, meski dengan segala keterbatasan mereka. 

Ucapan bernada syukur datang dari Ismail Alamsyah (55). Dia  adalah satu dari sekian banyak mantan napi teroris yang kini telah merasa bahagia karena bisa menerima bantuan dan berdialog dengan Mensos Risma. 

Warung makan dimiliknya kondisinya kini morat-marit. Dengan bantuan dan bimbingan pengelolaan finansial dari Kemensos, pria asal Sleman tersebut berharap mimpinya bisa terwujud. “Saya ingin usaha saya bisa jalan, bisa menabung dan menyekolahkan anak-anak saya sampai kuliah. Terima kasih Bu Mensos,” katanya haru. 

Sebagaimana diketahui Mitra Derad yang berdialog dengan Mensos Risma di BBPPKS Yogyakarta, semuanya berasal dari Jawa Tengah yakni  Kota Semarang (6 orang),  Brebes (3), Tegal (2), Temanggung (2), Purbalingga (2), Salatiga (2) dan masing-masing satu orang dari Kabupaten Semarang, Pemalang, Magelang, Banyumas, Kudus, Demak dan Grobogan.

Reporter: Junaidi Hasibuan
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Hari ini 15 Permohonan Keadilan Restoratif Dikabulkan