Sosok Guru Patimpus Sembiring Palawi di Mata Pakar

KEADILAN – HUT Kota Medan ke 432 akan dirayakan 1 Juli 2022 mendatang. Hari jadi Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini ditetapkan berdasarkan awal mula dibukanya perkampungan di dataran rawa-rawa, di antara Sungai Babura dan Sungai Deli.

Perkampungan tersebut dibuka oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Ia merupakan keturunan Suku Karo yang diyakini pandai dan gemar mengobati orang-orang sakit.

Budayawan Wara Sinuhaji mengatakan, ‘Guru’ diartikan orang dulu sebagai tabib.

“Guru Patimpus ini ‘Guru’ dia, ‘Datuk’. Kerjanya dipesan orang, dari satu tempat ke tempat lain. Bertualang mengobati orang,” ujar Wara dalam Seminar Kerja Tahun Merdang Merdem di Hotel JW Marriott, Jumat (10/6/2022).

 

Sosok Guru Patimpus Sembiring Palawi di Mata Pakar 2

Ia memaparkan, Guru Patimpus berasal dari Ajijahe. Kemudian ia bertualang ke Batukarang dan menikah dengan Boru Bangun, dan dimintanya ia ke Perbaji. Dari Perbaji kemudian Guru Patimpus berangkat ke Kuta Bangun.

Guru Patimpus juga dikatakan, memenangkan sayembara untuk menyembuhkan seorang Putri Raja Pulo Brayan dan juga menikahinya.

Setelah menikah, Guru Patimpus membuka perkampungan di antara Sungai Babura dan Sungai Deli.

Wara juga menjelaskan, Kota Medan awalnya bernama Kuta Madan. Kuta berarti “Desa”. Sedangkan Madan berarti “Sembuh”.

Oleh karena banyaknya etnis yang datang, seiring waktu penyebutan Kuta Madan pun berubah menjadi Kota Medan.

Sementara itu, Pengamat Sosial Dr Bachrul Khair Amal menjelaskan, Guru Patimpus merupakan sosok yang adaptif. Ia tidak memandang status sosial mereka yang datang berobat.

“Jadi Guru Patimpus melakukan adaptasi. Identitas tidak jadi persoalan. Medan bukan lagi plural tapi multi,” katanya.

Sosok Guru Patimpus Sembiring Palawi di Mata Pakar 3

Menurut Bachrul, ini juga yang membuat Kota Medan menjadi kota heterogen yang tidak pernah ada konflik antar suku.

“Eksistensi Guru Patimpus dapat menjadi modal ke-Indonesia-an di Medan. Karena Guru Patimpus, tidak pernah kita konflik antar etnis dan agama,” tutupnya.