Seleksi Dewas KPK, Benny Mamoto Dinilai Tidak Professional Tangani Kasus Ferdy Sambo

KEADILAN – Fraksi Demokrat Komisi III DPR RI menyoroti sikap calon dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Benny Jozua Mamoto yang tidak profesional dalam mengungkap kasus pembunuhan yang melibatkan Ferdy Sambo saat menjabat komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Hal tersebut diutarakan anggota Komisi III DPR RI, Frederick Kalalembang saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Benny di ruang rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2024).

“Kasus Sambo kemarin mungkin bapak terlalu cepat untuk mengekspos. Agak-agak melenceng sedikit. Maksud saya itu, kalau ada hal-hal yang begini, mungkin agak ditahan sedikit Pak,” tegas Frederick.

Sebab kata Frederick, tidakan Benny tersebut bisa merusak citra Kompolnas. Sehingga kata Frederick, berbuat baik, tidak berarti baik sebab Ferdy Sambo benar dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan itu.

Pria lulusan Akpol 1988 ini berharap kepada Benny jika terpilih sebagai Dewas KPK dapat mengubah kebiasaan tersebut. “Mudah-mudahan bapak bisa terpilih ke depan, bapak bisa sedikit merubah,” tegasnya.

Kemudian Frederick pun meminta Benny menjelaskan prihal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kerap dilakukan KPK selama ini. Padahal OTT kata Frederick merupakan hal biasa yang telah diatur dalam pasal 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Jelaskan karena bagaimana lah, orang satu kasus sudah ditangkap, jelas barang bukti, alat buktinya semua lengkap. Dua alat bukti sudah ada. Terus kita lagi mau kembangkan dengan OTT,” bebernya.

Padahal bicara pengembangan kasus kata Frederick tinggal dipanggil. Sebenarnya, tindakan tersebut sudah masuk dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kita tangkap, kenapa kita tidak panggil, kita tidak undang sekali, dipanggil dua kali, tiga kali. Nah kalau semua nanti alat penegak hukum seperti begitu, baik kepolisian Kejaksaan ya, mau dibawa ke mana negara ini,” tukasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BERITA TERKAIT: Calon Dewas KPK, Benny Mamoto Sebut Kondisi KPK Kurang Baik