Proses Demokrasi Dipengaruhi Kesadaran Politik Generasi Muda

KEADILAN – Proses demokrasi di Indonesia kedepannya sangat dipengaruhi oleh kesadaran politik generasi muda. Apalagi, Indonesia digadang-gadang akan mendapatkan bonus demografi yang benar-benar harus disambut dengan secara matang.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat membuka secara resmi Parlemen Remaja 2022 di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2022).

“Jadi, ini adalah suatu kesempatan bagi mereka untuk melihat langsung, merasakan dan tentu saja mereka akan menjadi duta-duta bagi daerahnya,” tegas Hetifah.

Di daerah masing-masing kata Hetifah, para anggota Parlemen Remaja bisa mensosialisasikan tentang proses politik di DPR RI seperti pengambilan keputusan maupun kebijakan yang sangat kompleks.

Hetifah mengatakan, keterampilan dan pengalaman yang diperoleh selama menjadi Anggota Parlemen Remaja bisa menjadi sugesti positif dan memotivasi mereka untuk terjun ke dunia politik.

“Karena mereka ini memang orang-orang terbaik. Kami juga berharap tentunya Parlemen ke depan akan berkualitas dengan masuknya orang-orang yang berkualitas dari kalangan generasi muda,” harapnya.

Hetifah menilai, tema Parlemen Remaja 2022 yang bertajuk “Generasi Sadar Privasi, Dataku Tanggung Jawabku” sangat relevan dengan partisipasi anak muda sebagai pengguna internet aktif.

“Tentu saja mereka termasuk kelompok yang data pribadinya rentan disalahgunakan. Pentingnya kesadaran melindungi secara pribadi data-data itu,” bebernya.

Bagi Hetifah, keputusan DPR dan pemerintah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) sangat tepat.

Regulasi tersebut kata Hetifah bisa menjamin atau memastikan hak-hak masyarakat termasuk kaum muda terkait perlindungan data pribadi ini.

“Jadi ini isu yang sangat tepat karena memang kita baru saja mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Ini juga terkait dengan kehidupan mereka, karena memang mereka generasi yang sangat rentan bergantung pada teknologi digital,” pungkasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar