KEADILAN – Polres Metro Jakarta Utara sampai saat ini masih mendalami kasus nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diduga menyebabkan 23 warga Koja, Jakarta Utara (Jakut) keracunan.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan saat ini sampel nasi kotak masih dalam pemeriksaan di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. “Untuk masalah PSI masih ditangani oleh anggota kami. Kemudian sampel yang kemarin dari makanan tersebut masih diperiksa di Puslabfor,” katanya, Jumat (5/11/2021).
Guruh juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. “Ada beberapa orang saksi yang sudah diperiksa,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta didampingi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menyelesaikan pengujian sampel nasi kotak PSI sejak 29 Oktober lalu.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati mengatakan, terdapat bakteri Escherichia Coli (E-Coli) yang melebihi batas normal pada nasi kotak tersebut.
“Tidak ada makanan kedaluwarsa, kita cek secara lab, ternyata mengandung bakteri E-Coli,” ujar Yudi, Rabu, (3/11/2021).
Menurut Yudi, bakteri tersebut biasanya muncul karena pengolahan makanan yang kurang higienis.
Diberitakan sebelumnya, 23 warga Koja mengalami keracunan setelah mengkonsumsi nasi kotak berlogo PSI pada Minggu (24/10/2021). Terkait hal ini Pimpinan Daerah PSI Jakut Darma Utama telah meminta maaf dan mengatakan akan melakukan investigasi.
Selain itu, Penyedia nasi kotak tersebut yang diketahui bernama Lidya juga sempat menyampaikan permohonan maafnya.
“Saya sudah bekerja sama dalam PSI menyediakan makanan untuk program Rice Box ini sejak Agustus lalu, dan sudah memasak 1.000 kotak nasi untuk Rice Box. Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini,” ujar Lidya dalam keterangan tertulis PSI.








