PKB Dukung Pembentukan Matra Siber TNI

KEADILAN – Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal mendukung penuh pembentukan matra siber untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal tersebut merupakan tuntutan aktual di tengah maraknya digitalisasi.

“Kalau kami (PKB-red) belum memutuskan itu tapi kalau saya sih mungkin saja dan itulah perkembangan aktual dan tuntutan aktual sekarang dengan proses digitalisasi,” ujar Rizal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2024).

Apalagi saat ini kata Rizal, kemampuan literasi digital masyarakat semakin berdinamika. Kemudian secara formil, hal tersebut telah diatur secara khusus melalui Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Itu penting dan apalagi dasarnya sudah kuat. Ada UU ITE. Sangat penting bagi TNI tetapi dalam konteks partai kami belum. Tapi saya yakin itu sangat mungkin dijalankan,” tukas politisi asal daerah pemilihan Sulawesi Selatan (Sulsel) I ini.

Sementara pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati meminta pemerintah dan DPR RI tidak terburu-buru membentuk matra ke-4 tersebut.

“Soal angkatan siber seharusnya dimatangkan dulu jangan terburu-buru.
Jadi kecemasan saya cuma karena pembuatan UU itu political process, tidak melulu academic exercises (latihan akademik),” ujar Susaningtyas kepada Keadilan.id, Kamis (3/10/2024).

Meskipun secara cepat juga eksekusi atau implementasinya kata Susaningtyas, UU TNI juga tidak berada dalam posisi vakum. Baik karena inter relasi dengan UU lain maupun karena politica landscape (bentangan politik) dan inter-bureaucratic relations (hubungan antara birokrasi).

Dikatakan Susaningtyas, banyak UU idealnya harus mutually strengthening. Dalam hal ini saling menguatkan antar matra. Kemudian UU tersebut mempunyai synergetic effects (efek sinergitas).

“Kalau tidak ya malah susah. Karena itu mestinya juga ada perubahan di beberapa UU lain. Masalahnya ini tidak mudah dilakukan atau diusulkan,” tukasnya.

Sebelumnya, Bambang Soesatyo yang saat itu menjabat sebagai Ketua MPR RI mengusulkan penambahan matra angkatan siber untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Matra ke-IV tersebut merupakan usulan tambahan untuk matra angkatan Darat, Laut dan Udara.

Hal tersebut diutarakan Bambang dalam pidatonya dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR RI dan DPD RI di kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2024).

“Sdah saatnya Indonesia segera mempersiapkan pembentukan matra ke-IV Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan menghadirkan Angkatan Siber. Kehadirannya untuk memperkuat tiga matra yang sudah ada, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara,” jelasnya.

Hal tersebut kata Bambang penting mengingat posisi Geopolitik Indonesia sangat rawan, lantaran berhadapan langsung dengan trisula negara persemakmuran Inggris: Malaysia, Singapura, dan Australia, yang tergabung dalam Five Power Defence Arrangement (FFDA) bersama Selandia Baru dan Britania Raya. Di sisi lain kata Bambang berada dalam arena pertarungan geopolitik Rusia, Tiongkok, dan Amerika.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Pasha Ungu Berharap Ditugaskan di Komisi I DPR RI