KEADILAN – Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama 41 anggota kabinetnya melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan meluasnya pandemi virus corona atau Covid-19.
Dengan menggunakan media video konferensi, Jokowi bersama jajarannya membahas berbagai upaya pemerintah menghadapi tekanan pandemi virus corona. Rapat ini diikuti Wakil Presiden Ma’ruf Amin, seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju, dan pejabat setingkat menteri yang berada di tempatnya masing-masing.
“Pertama, kita berada pada situasi yang tidak biasa. Kita berada pada situasi yang berbeda, baik karena yang berkaitan dengan perlambatan ekonomi, baik juga karena yang berkaitan dengan pandemi corona Covid-19,” kata Jokowi dalam pengantarnya.
Menurut Jokowi, rapat jarak jauh yang dilakukan bersama jajarannya sudah sangat efektif di tengah pandemi virus corona. Rapat tersebut digelar sekaligus untuk memastikan bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk mengatasi berbagai isu, baik kesehatan maupun perekonomian.
“Saya kira ini juga sebuah kerja jarak jauh yang saya nilai sudah sangat efektif dalam rangka kita tetap bekerja keras menyelesaikan persoalan virus corona maupun perlambatan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Sebelumnya, Jokowi meminta masyarakat untuk tetap tenang sekaligus tetap produktif dengan melakukan sejumlah langkah antisipatif terhadap penyebaran virus corona. Secara khusus Presiden meminta masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah, serta beribadah di rumah.
“Dengan kondisi ini saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong, bersatu padu, dan bergotong royong. Kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal,” ujarnya.
JUNIUS MANURUNG







