PDIP Jawa Barat Bakal Berkoalisi Pada Pilkada, Ini Alasannya

KEADILAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat (Jabar) bakal berkoalisi dengan partai lain dalam Pilkada yang akan digelar November mendatang. Pasalnya, semua partai politik (Parpol) di Jabar tak bisa mengusung calon sendiri.

Hal tersebut diutarakan Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono saat konferensi pers di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (25/5/2024).

“Kami memang sudah mempersiapkan dari Mei 2024 dan saat ini progres berjalan. Tentunya bagi Jabar, kami buka peta politik dahulu untuk Pilkada Jabar, tidak ada satu pun parpol yang bisa mengusung sendiri. Jadi, intinya parpol di Jabar harus kerja sama dengan partai lain untuk bisa mengusung cagub dan cawagub,” kata Ono.

Ono mengaku, PDIP belum pernah menang Pilkada Jabar sejak kontestasi politik pemilihan langsung dilaksanakan dari masa reformasi sampai Pilkada 2018. Untuk itu, PDIP mengincar posisi Cawagub Jabar bisa ditempati oleh kader internal parpol berkelir merah itu.

“PDI Perjuangan, kami tentunya sadar betul, sejak era reformasi sampai pilkada yang terakhir 2018, PDI Perjuangan tidak pernah memenangkan Pilkada Jawa Barat, sehingga kami sadar betul dan tentunya kami dengan sekarang ini peringkat keempat, tentunya kami sadar bahwa kami agaknya tidak mungkin untuk mengincar nomor satu, jadi kami PDI Perjuangan akan mengincar posisi dua, di posisi wakil gubernurnya,” jelasnya.

Namun, Ono belum bisa membeberkan sosok dari kader internal PDI Perjuangan yang akan diusung sebagai Cawagub Jawa Barat 2024.

“Siapa itu? Ya, tentunya partai mempunyai kader-kader yang banyak di jawa barat, yang tentunya saat ini DPP beserta tim yang telah ditugaskan, sudah mulai melakukan pemetaan, siapa kader internal PDIP di Jabar yang nanti akan disandingkan dengan calon gubernurnya,” katanya.

Ono pun berharap pelaksanaan pilpres dan pileg 2024 yang penuh kecurangan secara terstruktur, sistematis, masif (TSM) tidak terulang pilkada serentak 2024. Semisal, pilkada serentak 2024 tidak diwarnai penggunaan APBN atau APBD untuk calon tertentu sampai keberpihakan TNI dan Polri.

“Tentunya ada catatan bagi kami, pilpres dan pileg kemarin, kami semua sepakat ada beberapa hal yang menjadi catatan bagaimana netralitas TNI-Polri, bagaimana penggunaan APBN, APBD, dan program pemerintah, mudah-mudahan di pilkada tidak terjadi lagi dan ini menjadi komitmen kita bersama,” tukasnya.

Hal yang sama pun diakui DPD PDIP Sulawesi Selatan (Sulsel). Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri mengatakan, meski dari 24 kabupaten hanya bisa mengusung sendiri di 2 kabupaten (Luwu Timur dan Soppeng), pihaknya tetap berupaya memprioritaskan kader sendiri yang bisa maju.

“Insyallah tanggal 27 November nanti, PDI Perjuangan akan mengusung sendiri. Untuk Sulsel, dua kabupaten yang bisa mengusung sendiri dan ada beberapa kabupaten yang kami berkoalisi dengan partai lain, dan itu penjajakan yang sudah kita laksanakan,” kata Andi.

Menurut dia, selesai Rakernas V PDIP ini, pihaknya akan segera melakukan survei internal untuk melihat posisi kader sendiri. Dengan begitu, bisa terlihat potensi kader untuk bisa duduk sebagai calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah di Pilkada 2024 ini.

Andi pun berharap, tak ada lagi kejadian seperti di Pemilu 2024 dimana banyak intervensi dan tindakan yang mencederai demokrasi Indonesia ke depan. “Mudah-mudahan ke depan ini jangan lagi ada yang seperti sebelum-sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara, untuk di Pilgub Sulsel sendiri dia tak menepis bahwa kader sendiri seperti Mohammad Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny Pomanto yang merupakan kader sendiri menguat namanya untuk diusung.

“Jujur saya sampaikan kader internal yang mendaftar di PDI Perjuangan di Sulawesi Selatan ada Pak Danny Pomanto karena beliau kader kami dan beliau Wali Kota Makassar. Tapi tentu putusan yang ada di DPP Partai, dan kami DPD hanya pendaftaran dan penjaringan,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap terbuka untuk berkerja sama dengan partai lainnya seperti Pilkada 2018. “Dan tentu harus bekerja sama dengan partai lain seperti 2018 PDI Perjuangan tidak bisa mengusung sendiri. Maka kami bekerja sama dengan PKS dan PAN. Dan Alhamdulillah kami menang. Dan Insyallah di Sulawesi Selatan ini meski suara kami di DPRD tidak cukup mengusung sendiri, tapi kami sudah melakukan lobi-lobi dengan partai lain untuk bisa mengusung sendiri. Dan kami berharap dan mohon doanya agar PDI Perjuangan Sulawesi Selatan bisa menang lagi,” pungkasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Hari Kedua Rakernas V PDIP: Arahan Tertutup Mega hingga Sidang Komisi