KEADILAN- Anggota Komisi IX DPR RI, M. Nabil Haroen meminta pemerintah supaya melangkah lebih maju untuk mencegah merebaknya virus corona sekaligus langkah-langkah strategis untuk merehabilitasi korban.
Mengingat kata Nabil, sudah lebih dari 50 negara terjangkit virus corona, serta menyebabkan kematian. Yakni Jepang, Singapura, Italia, Malaysia dan Iran. “Pemerintah Indonesia harus lebih sigap, cermat sekaligus teliti untuk menangani korban virus corona,” kata Nabil kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/3/2019).
Selanjutnya Nabil meminta Kementerian Kesehatan agar menyampaikan kepada publik langkah-langkah atau alur pencegahan jika seseorang merasa terjangkit virus corona.
“Ini penting karena sejauh ini langkah-langkah yang ada masih samar. Perlu tahapan kongkret yang menghubungkan antar sektor: Kementrian Kesehatan, Imigirasi, Kementrian Luar Negeri,” tegasnya.
Selain itu Nabil mendesak pemerintah harus terbuka terkait informasi penyebaran virus corona, serta berapa jumlah yang terjangkit. Beberapa waktu lalu, Direktur Jendral WHO (World Healt Organization) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa tidak boleh ada satu negarapun yang mengasumsikan bebas dari corona. Dan anggapan pemerintah sebuah negara yang bebas dari corona, merupakan kesalahan fatal.
“Pernyataan ini harus dibaca sebagai peringatan agar pemerintah tidak meremehkan dampak dari persebaran virus corona, sekaligus mengambil langkah-langkah yang nyata,” katanya.
Nabil pun mendukung langkah sejumlah relawan dari aktivis kesehatan Indonesia, baik di dalam negeri maupun internasional untuk membangun satu sistem informasi yang bisa diakses bersama terkait dengan penanganan virus corona di Indonesia.
“Ini langkah baik yang harus didukung semua pihak. Upaya masyarakat bersama-sama pemerintah untuk saling melengkapi. Sistem informasi dan data center sangat penting agar publik dapat mengakses informasi yang akurat dan tidak tergerus fitnah, berita palsu, hoax,” tegasnya.
Untuk itu Nabil memohon Masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, sekaligus saling membantu untuk mencegah tersebarnya virus corona yang lebih luas. “Doa dan dukungan moral penting, akan tetapi langkah-langkah pencegahan dari kementerian kesehatan dan institusi terkait juga tidak boleh diabaikan,” tukasnya.












