Keadilan
Keadilan

KEADILAN – Dengan tagline “new look, new spirit”, Minang Saiyo Sydney (MSS) menggelar kompetisi desain logo baru mereka. MSS menyediakan hadiah 750 dolar Australia bagi pemenang.

Dengan kombinasi warna kuning dan biru, logo MSS saat ini mengkombinasikan peta Australia dan rumah bagonjong. “Kita ingin mendapatkan tampilan baru yang lebih segar untuk semangat baru”, kata Ketua MSS, Zulfan Tadjoeddin.

Minang Saiyo Sydney adalah salah satu organisasi kemasyarakatan perantau Minang di Sydney, Australia.

Didirikan generasi pertama kaum perantau, MSS berawal dari kegiatan arisan dan kumpul-kumpul informal di akhir tahun 1970-an. Kemudian, untuk pertama kali, organisasi ini di formalkan di tahun 1987.

Sebagai organisasi non-profit MSS terdaftar di NSW Fair Trading pada tanggal 26 October 2011 dengan nomer registrasi INC9896248.

Waktu berjalan, generasi berganti. Generasi pertama kaum migran Minang tersebut beranjak tua. Sebagian telah berpulang.

Saat ini, komunitas perantau tersebut memasuki generasi ke tiga, dan bahkan generasi ke empat.

Sebagaimana umumnya, tantangan besar dari organisasi kaum pendatang seperti MSS adalah mewariskan “adat lama dan tradisi usang” ke generasi muda.

Berhadapan dengan arus modernitas dunia Barat, proses tarik-ulur, dinamika dan negosiasi jadi tidak terelakkan dalam mencari titik-titik keseimbangan baru.

Pembaruan logo MSS ini adalah bagian dari proses mencari keseimbangan baru tersebut. “Dengan kompetisi ini, kita ingin menjangkau generasi ke dua dan ketiga tersebut” kata Melanie Latief yang merupakan bagian dari generasi ke dua.

Devi Nazar mengingatkan bahwa generasi kedua dan ketiga Minang di Sydney sudah banyak yang menikah dengan berbagai suku bangsa dunia. Darah Minang telah menyebar dan mendunia.

“Kita perlu menjangkau mereka” tegas Devi.

Kebetulan, ayah dari cucu kedua Devi adalah pria kulit putih Australia. Sedangkan ibu dari cucu pertamanya adalah seorang wanita Philippine.

Sebagai bagian dari generasi pertama, Armanda Ardanis, berharap kompetisi ini akan meningkatkan semangat kebersamaan untuk masa depan yang lebih cerah. Menantu Armanda adalah seorang pria keturunan Lebanon.

Kompetisi terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia dan keturunanya dimanapun berada di muka bumi.

Logo yang terpilih sebagai pemenang akan mendapatkan hadiah AUD 750, atau lebih dari 8 juta Rupiah dengan kurs saat ini.

Peserta kompetisi harus mendaftarkan desain logo-nya melalu tautan form google berikut: https://bit.ly/MSSLogoCompetition.

Batas waktu pendaftran desain logo adalah tanggl 11 September 2024. Kemudian panitia kompetisi akan memilih finalis kompetisi.

Lalu, finalis desain logo tersebut akan masuk ke babak “popular votes” melalui laman instagram MSS.

Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi alamat surel minangsaiyosydney2021@gmail.com.

Reporter: Syamsul Mahmuddin

Delegasi DPD RI Kunjungi Jepang : Perkuat Kerjasama Bilateral dan Tingkatkan Kolaborasi di Sektor Energi dan Kelautan