Menparekraf: World Water Forum 2024 Dongkrak Destinasi Pariwisata-Ekraf

KEADILAN – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, sebelumnya menyebut industri pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) secara keseluruhan siap mendukung World Water Forum ke-10.

Ia meyakini event MICE internasional akan berdampak luas. Termasuk pada promosi destinasi pariwisata dan sentra ekraf.

“Para delegasi akan banyak menikmati keindahan dan kekayaan budaya Bali,” kata Menparekraf Sandiaga, Minggu (19/5/2024).

Dalam hal ini, Kemenparekraf berkolaborasi dengan Pemprov Bali dan industri lainnya. Mereka sudah menyiapkan paket wisata yang bisa dipilih para delegasi yang hadir untuk berwisata di Bali.

Seperti prosesi Melukat atau Balinese Water Purification Ceremony, ritual adat khas Bali dengan konsep kegiatan Rahina Tumpek Uye dan Upacara Segara Kerthi.

Kemenparekraf juga menyiapkan kunjungan bagi delegasi ke berbagai destinasi. Salah satunya Desa Wisata Jatiluwih yang terkenal dengan sistem subak.

Keseluruhan World Water Forum 2024 di Bali juga sepenuhnya lekat dengan nilai-nilai budaya Indonesia khususnya Bali. Seperti upacara pembukaan, gala dinner, penutupan, yang akan diisi ragam suguhan budaya dan kuliner khas nusantara.

“Kita harap para peserta akan dapat kenangan yang selama di Bali. Termasuk kegiatan seperti carbon footprint offsetting yang akan kita lakukan dengan penanaman mangrove dan trip ke Jatiluwih yang banyak peminatnya,” jelas Sandi.

Diketahui, World Water Forum adalah forum internasional yang menghimpun para pemangku kepentingan di bidang air. Forum global yang digelar setiap tiga tahun sejak 1997 ini mengajak semua pihak berdiskusi, berbagi ilmu dan praktik nyata dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya air berkelanjutan.

Reporter: Ceppy Febrinika Bachtiar
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Daftar Tamu Negara yang Hadiri Welcoming Dinner World Water Forum ke-10

Index