KEADILAN – Proyek akan banyak di Kementerian Sosial (Kemensos) pada 2022 mendatang. Pasalnya,
Usulan anggaran Kemensos untuk tahun anggaran (TA) 2022 sebesar Rp78.256.327.121.000 telah disetujui Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Senin 20 September 2021. Sekitar Rp1,09 triliun dari anggaran untuk dukungan manajemen.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam rapat kerja (raker) Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin, memaparkan, 94,67 persen anggaran akan dialokasikan untuk belanja bantuan sosial (bansos). “Belanja bansos di sini meliputi bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, bantuan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT), bantuan korban bencana, Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), alat bantu aksesibilitas, dan sebagainya,” jelas Mensos Risma.
Lebih lanjut, sebesar 0,66 persen dari anggaran Kemensos TA 2022 akan digunakan untuk belanja pegawai dan sebesar 0,36 persen akan dialokasikan untuk belanja barang operasional. Selanjutnya, sebesar 4,18 persen dari anggaran akan digunakan untuk belanja barang nonoperasional, meliputi honor pendamping, bantuan operasional untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), dan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Sementara itu, sebesar 0,13 persen sisa anggaran akan dialokasikan Kemensos untuk belanja modal.
Risma juga mengatakan, Kemensos mengalokasikan sebesar Rp77,15 triliun anggaran TA 2022 untuk program perlindungan sosial dan Rp 1,09 triliun untuk program dukungan manajemen. Adapun anggaran sebesar Rp76,96 triliun akan dialokasikan untuk prioritas nasional dan sebesar Rp1,29 triliun dianggarkan untuk nonprioritas nasional.
Syamsul Mahmuddin












