Korupsi Rp1000 Triliun Pertamina, Jaksa Cecar 15 Saksi, Salah Satunya Eks Dirjen Migas

KEADILAN – Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memeriksa 10 orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018-2023, Kamis (12/10/2025). Sehari sebelumnya jaksa juga mencecar enam saksi.

Sepuluh saksi berinisial TA selaku Dirjen Migas periode 2020-2024. DS selaku Manajer Fungsional Supply Operation periode 2018-2019 ISC PT Pertamina (Persero).
MS selaku VL Legal Consial Downstream.

SN selaku Direktur Pemberian Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM.
EED selaku Kasubdit Subsidi & Harga BBM Kementerian ESDM. CMS selaku Koordinator Subsidi Kementerian ESDM.
EP selaku VP Operasional & Puspent Risk Management PT Pertamina International Shipping (PIS).

AS selaku Officer Cherming PT PIS. DA selaku Manager Chief Operation PT PIS tahun 2023 s.d. 2024.
TYA selaku Karyawan PT Asuransi Tugu Pertamina Indonesia.

“Sepuluh orang saksi tersebut diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018 s.d. 2023 atas nama Tersangka YF dkk,” ujar Kepala Puspenkum Kejagung Harli Siregar.

Sedangkan enam saksi yang diperiksa sehari sebelumnya adalah DS selaku Karyawan PT Pertamina (Persero). NAL selaku Manager Treasury Settlement & Reporting PT Pertamina (Persero).

EMM selaku Eks Direktur Utama PT Pertamina (Persero). DDS selaku Sr. Manager Supply Planning PT Pertamina (Persero).

JM selaku Authorized Agent/Finance Officer PT Marsh Indonesia (Asuransi Kapal). Terakhir, GI selaku VP Procurement PT Berau Coal (periode 2017 sampai 2023).

“Pemeriksaan para saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” tambah Harli.

BACA JUGA: Satgas PKH Menyita Kebun Sawit di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur