Korban Tewas Gempa NTT Tembus 83 Orang

KEADILAN – Jumlah korban gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah.

Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Jumat (21/8/2026) pukul 11.00 WIB, sebanyak 83 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso mengatakan, total korban gempa kini mencapai 1.050 orang.
Rinciannya, 83 orang meninggal dunia, 328 orang mengalami luka berat, sedangkan 639 orang lainnya menderita luka ringan.

“83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat, dan 639 luka ringan,” ujar Edy dalam siaran pers, Jumat (21/08/2026).

Di sisi lain, jumlah warga yang harus mengungsi akibat gempa juga meningkat tajam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 92.735 jiwa terdampak harus mengungsi hingga Kamis (20/8/2026).

Jumlah tersebut meningkat 33.088 jiwa dibandingkan catatan sebelumnya yang mencapai 59.647 jiwa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, penambahan jumlah pengungsi tersebar di tiga kabupaten di Pulau Flores.

“Saat ini kami mencatat ada 92.735 jiwa, yang semula ada 59.647 jiwa. Sehingga dicatatan kami bertambah 33.088 jiwa,” kata Berton dalam siaran daring melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis.

Kabupaten Nagekeo menjadi wilayah dengan tambahan pengungsi terbanyak, yakni 21.883 jiwa. Berikutnya, Kabupaten Manggarai mencatat tambahan 9.649 jiwa dan Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 1.556 jiwa.

“Dengan rincian yang paling banyak berasal dari Kabupaten Nagekeo 21.883 jiwa bertambah, Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa,” ujar Berton.

Data tersebut menunjukkan dampak gempa M 7,7 di Nagekeo masih meluas. Selain korban jiwa dan luka-luka, puluhan ribu warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan