KKP Gelar 4 Pelatihan untuk Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi

KEADILAN – Di tengah pandemi Covid-19 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak henti-hentinya memberikan layanan pelatihan bagi masyarakat. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan keterampilan pelaku utama dan pelaku usaha.

Untuk itu, melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) menggelar empat pelatihan secara bersamaan dengan total peserta sebanyak 2.255 orang dari seluruh lapisan masyarakat, pada Kamis (5/8/2021).

Tema kegiatan pelatihan ini, meliputi Pelatihan Perancangan dan Perakitan Jaring Insang Permukaan, Pelatihan Teknik Fotografi Produk Perikanan Menggunakan Handphone, Pelatihan Budidaya Daphnia sp. Sebagai Pakan Larva Ikan, dan Pelatihan Membuat Gimbab Fish Egg Roll yang dilakukan secara full online.

Plt. Kepala BRSDM KP, Kusdiantoro mengatakan, metode daring dalam kegiatan pelatihan bertujuan untuk memperluas jangkauan peserta. Terlebih saat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, masyarakat lebih banyak di rumah saja.

“Pelatihan jarak jauh saat ini menjadi langkah strategis dalam mendorong program peningkatan kapasitas sumber daya yang ada. Selain itu, pelatihan daring open access ini telah terbukti efisien, dapat memangkas biaya operasional pelatihan yang besar. Kami sudah memulai sejak tahun lalu,” ujar Kusdiantoro.

Lebih lanjut, ia menyampaikan penyelenggaraan pelatihan ini sebagai upaya dalam mendukung program prioritas KKP tahun 2021-2024 yaitu meningkatkan PNBP dari sumber daya perikanan tangkap, meningkatkan produksi perikanan budidaya berbasis komoditas ekspor, dan mengembangkan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

Keempat pelatihan ini, difasilitasi oleh empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) yang terdiri dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Ambon, Medan, Tegal, dan Banyuwangi.

Pembuatan Jaring Insang Permukaan

Dipandu oleh para instruktur dari BP3 Ambon, dalam pelatiham Pembuatan Jaring Insang Permukaan didemonstrasikan secara virtual melalui platform pelatihan digital e-Jaring. Sementara itu, sejumlah 244 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mengikuti praktik disertai pendampingan penyuluh perikanan di tempat masing-masing.

KKP Gelar 4 Pelatihan untuk Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi 2
Makanan berbahan dasar ikan

Menariknya, pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan pembuatan alat tangkap Jaring Insang Dasar (bottom gillnet) , yang sebelumnya dilaksanakan pada 15 Maret lalu. Materi ini pun akan dilanjutkan dengan pelatihan Perancangan dan Perakitan Jaring Insang Pertengahan.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilia Pregiwati menjelaskan, Jaring Insang Permukaan (surface gillnet) merupakan alat tangkap yang berfungsi untuk menangkap jenis ikan pelagis seperti tuna dengan ramah lingkungan.

“Seri rangkaian pelatihan BP3 Ambon ini memang konsisten untuk menyampaikan jenis alat tangkap gillnet yang ramah lingkungan kepada pelaku utama dan masyarakat umum yang tertarik pada kegiatan penangkapan ikan,” terangnya.

Ia menyebut, pelatihan turut berperan dalam mengedukasi masyarakat akan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, sehingga menjamin potensi stok perikanan bagi generasi masa depan.

“Menangkap ikan bukan hanya berpikir hari ini, tetapi juga sampai dengan stok untuk anak-cucu kita, dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, habitat tumbuh ikan akan terus terjaga,” pungkasnya.

Pelatihan menuai respon baik dari berbagai peserta. Salah satunya Sigit, pekerja honorer di Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sigi. Ia mengaku bahwa materi yang diberikan merupakan hal baru yang menjadi bekal ilmu untuknya. “Alangkah bagusnya pelatihan seperti ini semakin ditambahkan agar kami mendapat ilmu yang lebih baik ke depannya,” ucapnya.

Teknik Fotografi dengan Handphone

Saat ini, tren berjualan lewat online semakin marak diminati para pelaku usaha. Salah satu kiat sukses dalam menjual produk secara online yaitu dengan foto yang menarik perhatian.

Tidak hanya menggunakan kamera profesional, memotret menggunakan kamera handphone juga bisa menjadi alat yang dapat diandalkan. Hal inilah yang mendorong KKP untuk menggelar Pelatihan Teknik Fotografi Produk Perikanan Menggunakan Handphone pada Kamis (5/8/2021).

Difasilitasi oleh BP3 Tegal, pelatihan diikuti sebanyak 894 peserta yang berasal dari seluruh lapisan masyarakat dan tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilia Pregiwati menyampaikan adanya pelatihan ini mengajak para pelaku utama dan pelaku usaha untuk memaksimalkan branding hasil dari produk perikanan.

“Kondisi saat ini terlebih sekarang sedang PPKM agak sulit untuk memasarkan hasil produk khususnya produk perikanan. Melalui pelatihan fotografi, para peserta nantinya dapat menerapkan ilmu dan menghasilkan gambar yang menarik untuk dapat memasarkan produk secara online,” ujar Lilly.

Fotografi merupakan sebuah proses melukis dengan menggunakan media cahaya sehingga dalam prosesnya membutuhkan cahaya yang cukup untuk menghasilkan gambar yang eye catching . Foto produk menjadi bagian paling penting dalam dunia usaha.

Lilly juga menambahkan, saat ini 80% penjualan terjadi karena adanya efek dari foto produk.

“Penjualan produk terlebih produk online tentu kuncinya adalah menyajikan gambar untuk mem_branding_ produk agar menarik untuk dilihat. Jadi ketika melihat tampilan gambar produknya sangat eye catching , pembeli pasti sudah langsung jatuh cinta dulu sama produknya,” tambahnya.

Adanya kegiatan pelatihan ini, mendapat respon baik dari Taufiq Hidayat, salah satu peserta pelatihan. Ia menyampaikan pelatihan ini sangat menarik dan merupakan ilmu baru.

“Saya sangat bersyukur sekali, dari pelatihan ini jadi tahu bagaimana teknik memfoto yang benar. Saya juga berterima kasih sekali dengan ilmu yang diberikan sangat bermanfaat untuk saya dan nantinya bisa dibagikan ke masyarakat lain,” jelas Taufiq.

Harapannya, melalui pelatihan ini para peserta mampu memaksimalkan dan mem_branding_ hasil produk perikanan, yang dapat menarik minat pembeli untuk dapat meningkatkan penghasilan ditengah pandemi Covid-19.

Pelatihan Budidaya Daphnia sp

Guna memenuhi wawasan pembudidaya ikan di penjuru daerah, diselenggarakan pelatihan Budidaya Daphnia Sp sebagai Pakan Larva Ikan yang difasilitasi oleh BP3 Medan. Pelatihan ini diikuti oleh 509 pendaftar dari berbagai lapisan masyarakat.

Daphnia sp digunakan sebagai pakan alami bagi larva ikan, yang memiliki kandungan nutrisi tinggi, dapat menarik perhatian ikan, ukurannya sesuai dengan bukaan mulut larva ikan, dan dapat dibudidayakan secara massal, sehingga produksinya dapat tersedia dalam jumlah mencukupi.

Hal lainnya, mudah dicerna dan tingkat pencemaran pada air media pemeliharaan lebih rendah. Harapannya, pakan alami dari Daphnia sp ini dapat menjadi solusi pemenuhan pakan alami benih ikan, khususnya pada fase pembenihan, di mana benih cenderung mati karena kekurangan makanan.

Pembuatan Gimbap Fish Egg Roll

Difasilitasi oleh BP3 Banyuwangi Pelatihan Membuat Gimbap Fish Egg Roll , pelatihan ini digelar untuk meningkatkan keterampilan di bidang pengolahan produk perikanan, dan diikuti sebanyak 591 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia.

Gimbap merupakan jenis makanan dari Negeri Ginseng yang terdiri dari nasi dibungkus dengan rumput laut. Biasanya gimbap disajikan dengan gulungan nori dengan beragam isian yang lezat. Namun pada pelatihan ini, gimbap akan diinovasikan dengan isian daging tuna dan digulung dengan dadaran telur sehingga tidak menghilangkan cita rasa khas Indonesia.

Adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku usaha dapat mengembangkan inovasi produk olahan perikanan dan akan tumbuh startup baru untuk meningkatkan penghasilan.

Penerus Bonar