KEADILAN – Pagu anggaran Polri tahun 2022 sebesar Rp111,02 triliun. Jumlah tersebut kemudian dilakukan otomatic adjustment sebesar Rp1,95 trilun. Automatic adjustment merupakan kebijakan pencadangan belanja kementerian dan lembaga diblokir sementara yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Agus Andrianto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di ruang rapat Komisi III DPR RI, Nusantara II, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2023).
“Dengan rincian belanja pegawai sebesar Rp1,67 triluun dan belanja modal sebesar Rp278,09 miliar,” baber Agus.
Kemudian pada tahun anggaran berjalan kata Agus, Polri mendapat penambahan anggaran sebesar Rp7,58 triliun. Rinciannya yaitu penyaluran bantuan pedagang kaki lima, pemilik warung dan nelayan sebesar Rp854,76 miliar.
“Tim vaksinator Rp305,47 miliar. Mobil listrik pengamanan KTT60 Rp233,52 miliar.
Penambahan atas revisi anggaran pada Satker khusus Rp3,68 triliun, Tambahan anggaran mendesak Rp1,07 triliun, tambahan anggaran lainnya dari Hibah Rp695,83 miliar dan PNBP sebesar Rp115,27 juta serta Badan layanan umum Rp726,01 miliar,” jelasnya.
Lanjut Agus, setelah outomatic adjustment dan penambahan anggaran tersebut, pagu anggaran polri tahun 2022 sebesar Rp116,65 triliun. Sementara realisasi anggaran Polri berdasarkan laporan keuangan Polri tahun 2022 sebesat Rp114,24 triliun atau 97,3 persen.
Rincian anggaran tersebut berdasarkan jenis belanja. Pertama. Belanja pegawai Rp52,93 triliun dengan realisasi Rp52,16 triliun atau 98,55 persen, belanja barang Rp31,64 triliun dengan realisasi Rp31,19 trilun atau 98,57 persen dan belanja modal Rp32,07 trilun dengan realisasi Rp30,87 trilun atau 96,28 persen.
Sementara rincian berdasarkan program yakni profesional SDM Polri Rp2,77 triliun dengan realisasi Rp2,72 triliun atau 97,95 persen, penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Rp5,49 triliun dengan realisasi Rp5,41 trilun atau 98,56 persen dan modernisasi alat material khusus dan sarpras Polri Rp41,91 triliun dengan realisasi Rp40,67 triliun atau 97,03 persen.
“Pemeliharaan Kamtibmas Rp18,75 trilun dengan realisasi sebesar Rp18,52 triluun atau 98,78 persen, dukungan manajemen Rp47,71triliun dengan realisasi sebesar Rp46,91 triliun atau 98,32 persen,” jelasnya.
Selain itu kata Agus berdasarkan sumber anggaran. Sumber rupiah murni pagu sebesar Rp98,72 trilun dengan realisasi Rp97,63 triliun atau 98,89 persen, sumber pinjaman luar negeri, pagu Rp4,61 trilun realisasi Rp4,02 triliun atau 87,24 persen dan sumber rupiah murni pendamping pagu sebesar Rp937,60 miliar dengan realisasi Rp415,81 miliar atau 44,35 persen.
“Sumber penerimaan negara bukan pajak, pagu sebesar Rp7 triliun dengan realisasi Rp6,92 triliun atau 98,93 persen, sumber pinjaman dalam negeri, pagu sebesar Rp1,44 trilun dan realisasi Rp1,42 triliun atau 98,21 persen, sumber badan layanan umum, pagu sebesar Rp2,91 triliun dengan realisasi Rp2,81 triliun atau 96,61 persen,” bebernya.
“Sumber hibah langsung dalam negeri. Pagu sebesar Rp695,83 miliar dengan realisasi sebesar Rp692,67 miliar atau 99,55 persen dan sumber surat berharga syariah negara pagu sebesar Rp308,89 miliar dengan realisasi Rp307,52 miliar atau 99,55 persen,” tukasnya.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar












