KEADILAN – Kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak mengungkapkan kisah cintanya sebelum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tewas. Di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Vera mengatakan kekasihnya pergi ke Jakarta demi mencari mahar untuknya
Vera bercerita, pertama kali Brigadir J berangkat ke Jakarta di awal tahun 2019. Kata Vera, meskipun berhubungan dari jarak jauh, komunikasi mereka berdua cukup intens.
Bisa tiga sampai empat kali seminggu. Semuanya baik-baik saja, tidak ada pertengkaran. Yang ada hanya perbedaan pendapat.
Kamaruddin Sebut Dugaan Aliran Dana ke Lembaga-lembaga Pasca Tewasnya Brigadir J
Tetapi tiba-tiba saja, pada 24 Juni 2022 Brigadir J menghubunginya dan meminta Vera untuk mencari laki-laki lain.
“Saya nanya ada apa bang (Brigadir J)? Udah lah dek (Vera-red), biar Abang yang menanggung ini semua. Simpan hatimu untuk laki-laki lain. Kalau Abang tetaplah sendiri dek,” kata Vera sambil menahan tangisnya.
Kepada majelis hakim Vera berkata, dirinya tidak mau putus. “Saya bilang saya tidak mau. Mau nikahnya sama abang. Saya sudah menangis. Dia diam aja, tidak menjawab,” imbuhnya.
Mendengar itu, maka oleh Brigadir J, Vera diminta untuk menunggu.
Komunikasi berlanjut di 7 Juli 2022. Saat itu, Brigadir J berkata bahwa ada yang menuduhnya Putri Candrawathi sakit karena dirinya.
Brigadir J juga bilang bahwa ada yang mengancam akan membunuhnya. Saat Vera bertanya siapa, Brigadir J bilang skuad lama.
Diketahui, PN Jakarta Selatan menggelar sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer (Bharada E), Selasa (25/10/2022).
Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 12 orang saksi, yaitu Kamaruddin, Samuel Hutabarat (ayah korban), Rosti Simanjuntak (ibu korban), Vera Simanjuntak (kekasih korban).
Saksi lainnya yaitu, Maharesa Rizky (keluarga korban yang juga anggota Polri), Yuni Artika Hutabarat, Devianita Hutabarat, Novita Sari, Rohani Simanjuntak (bibi korban), Sangga Parulian, Roslin Emika Simanjuntak, dan Indro Manto Pasaribu.
Reporter : Charlie Tobing
Editor : Darman Tanjung













