Kabadiklat Buka Pelatihan Dasar CPNS Kejagung

KEADILAN – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Tony T Spontana, membuka Upacara Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 25 Maret 2021. Pelatihan CPNS Golongan III Angkatan I s/d IX Tahun 2021 di lingkungan Kejaksaan Agung tersebut dilakukan secara daring.
Dalam sambutannya, Tony mengatakan perkembangan dunia telah sampai di zaman globalisasi yang diiringi perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih dan menghapuskan batas dan sekat antar negara dan antar budaya. Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua dan harus menyiapkan strategi bagaimana menghadapi globalisasi tersebut.
Globalisasi pada satu sisi berperan penting bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia karena mampu membantu masyarakat dalam upaya mencapai kesejahteraan hidup. Namun di sisi lain, globalisasi juga penuh tantangan dan kompetisi yang menuntut sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing tinggi.
“Pegawai Negeri Sipil sebagai bagian dari sumber daya manusia Indonesia harus mampu meningkatkan kualitas kompetensinya dan memiliki daya saing. Sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara efektif dan efisien untuk dapat mendorong peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Untuk semua tantangan di atas perlu dilaksanakan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil melalui jalur pelatihan. Salah satunya adalah pelatihan dasar CPNS yang telah didesain sedemikian rupa untuk mampu menjawab semua kebutuhan dan tantangan tugas yang dihadapi Pegawai Negeri Sipil ke depan,” ujar Tony.
Sejalan dengan Amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, CPNS wajib menjalani masa percobaan melalui proses pelatihan. Pelatihan itu terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, serta memperkuat profesionalisme kompetensi bidang tugas untuk menuju Aparatur Sipil Negara berkelas dunia.
Pelatihan Dasar CPNS bertujuan untuk membentuk Pegawai Negeri Sipil yang profesional, berkarakter yang dibentuk oleh sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara. Yaitu, akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi, pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menguasai bidang tugasnya.
Seorang CPNS dapat diangkat menjadi PNS setelah memenuhi dua syarat, yaitu telah lulus Pelatihan Dasar CPNS dan sehat jasmani rohani. Dengan demikian seorang CPNS yang tak memenuhi kedua syarat tersebut tak dapat diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil. Karena itu Pelatihan Dasar CPNS menempati posisi sangat penting karena wajib diikuti seluruh CPNS dan harus mampu menyelesaikan pelatihan dengan baik hingga layak dinyatakan lulus. Bagi mereka yang tidak lulus, sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentangAparatur Sipil Negara, maka tidak diberikan lagi kesempatan untuk mengulang pelatihan dasar CPNS. Dengan demikian gugur pula hak nya untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.
Menurut Tony, pelatihan ini akan menjadikan CPNS sebagai pelayan masyarakat yang profesional dengan minimal empat kemampuan. Pertama, menunjukkan sikap perilaku bela Negara. Kedua, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan tugas jabatannya. Ketiga, mengaktualisasikan kedudukan dan peran Pegawai Negeri Sipil dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan keempat, menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai bidang tugas.
“Dengan memiliki kemampuan tersebut diharapkan saudara akan mampu melaksanakan tugas Pegawai Negeri Sipil sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Saudara juga diharapkan mampu menjadi motor kemajuan Indonesia yang mampu bekerja dengan cepat, responsif, efisien, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berani melakukan inovasi, mengikuti dinamika politik dan ekonomi, mendengar keinginan masyarakat dengan selalu mengedepankan kepentingan rakyat, bangsa dan negara di atas kepentingan yang lain,” tambah Tony lagi.
Mengakhiri sambutannya, Tony mengharapkan kepada Kapusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan beserta jajaran, tenaga pengajar, para widyaiswara atau fasilitator tetap bersemangat tinggi memberikan bekal dan melatih para peserta. Dengan demikikan, Program Pelatihan Dasar CPNS Golongan III secara optimal sesuai program yang sudah ditetapkan.
SYAMSUL MAHMUDDIN

Index