KEADILAN – Selain jembatan ampera dan sungai Musi, kota Palembang, Sumatera Selatan juga mempunyai monumen sejarah perjuangan. Monumen tersebut bernama monumen perjuangan rakyat (Menpora). Menpora tersebut terletak di Jl. Merdeka No.1, 19 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang.
Dibangunnya Menpora itu untuk memperingati pergolakan militer pasca Kemerdekaan oleh para penjajah Belanda. Dalam catatan sejarah, pergolakan militer masih terjadi di beberapa wilayah tanah air usai kemerdekaan RI diproklamasikan, 17 Agustus 1945.
Di Palembang pada Desember 1946 misalnya, Belanda melanggar garis demarkasi dan menyulut pertempuran. Karena terdesak perlawanan pejuang nasionalis, mereka meminta bantuan, yang pada akhirnya membuat para pejuang nasionalis tersudut.
Pada Januari 1947, Belanda makin gencar menghancurkan Kota Palembang dengan mengerahkan tank dan artileri. Penjajah Belanda juga menembaki pejuang nasionalis dari kapal perang dan boat, menjatuhkan bom serta granat. Pertempuran itu terjadi di hampir seluruh wilayah Kota Palembang selama 5 hari 5 malam dan menghancurkan sebagian kota ini.
Untuk memperingati peristiwa tersebut, para sesepuh pejuang kemerdekaan RI wilayah Sumatera Selatan yang tergabung dalam Legiun Veteran Sumatera Selatan membangun sebuah monumen peringatan.
Cita-cita tersebut baru terwujud pada 17 Agustus 1975 dengan dilakukannya upacara peletakan batu pertama pembangunan monumen itu dengan Monumen Perjuangan Rakyat.














