KEADILAN – Hujan yang mengguyur Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT sejak Sabtu (9/3/2024) hingga Senin (11/3/2024) memicu terjadinya tanah longsor dan banjir bandang di sejumlah kawasan.
Seorang warga dari kampung Kampung Wae Paci, Desa Golo Mangung, Albertus Fosfat mengatakan, sejumlah titik ruas jalan yang menghubungkan Benteng Jawa ibukota Kecamatan Lamba Leda dengan Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara terputus.
“Titik yang putus persisnya di Wae Kawak dan ada empat titik longsor. Itu di wilayah Kampung Wae Paci,” ujar Albertus kepada Keadilan.id, Senin (11/3/2024).
Albertus bersama warga lainnya mencoba menggali tumpukan sisa tanah longsor dengan peralatan seadanya. Dia berharap, pemerintah daerah (Pemda) Manggarai Timur segera mengirim alat untuk menggali tanah tersebut.
“Kalau hanya andalkan peralatan kami agak sulit. Karena tumpukan tanahnya lumayan banyak. Apalagi ada batu juga. Semoga Pemda cepat tanggap atas bencana ini,” bebernya.

Selain jalan putus, jaringan listrik pun terputus. Hal tersebut membuat aktivitas warga terganggu. “Listrik padam, signal ponsel hilang muncul,” katanya.
Sementara banjir bandang terjadi di Dampek. Sejumlah rumah warga terendam air dan roboh. Padi di persawahan yang tengah berbuah juga ikut teredam. Kondisi Dampek bak lautan.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Ribuan Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Punya Pom Listrik Sendiri







