KEADILAN – Beda dengan Hari Lebah Sedunia yang diperingati secara resmi oleh PBB tiap tanggal 20 Mei, peringatan hari Lebah Madu Sedunia dirayakan tiap Sabtu ketiga bulan Agustus. Tahun ini perayaan yang lebih diutamakan untuk mengapresiasi lebah madu serta industri peternakannya, jatuh pada 15 Agustus 2026.
Perayaan Hari Lebah Sedunia mencakup seluruh jenis lebah yang ada di dunia termasuk lebah liar, lebah tanpa sengat, dan serangga penyerbuk lainnya. Hari peringatannya difokuskan kepada pentingnya keberadaan serangga penyerbuk bagi keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan dunia.
Sedangkan Perayaan Hari Lebah Madu Sedunia terfokus pada lebah madu, dan untuk mengapresiasi jasa peternak lebah, serta mempromosikan manfaat produk olahan madu serta pentingnya melestarikan koloni lebah penghasil madu.
Madu yang sangat bermanfaat bagi manusia, adalah makanan cadangan atau hasil nektar bunga yang dikumpulkan lebah, yang kemudian diproses di bagian khusus dalam perut lebah di mana enzim yang ada dalam perutnya mengubah gula kompleks pada nektar menjadi cairan gula sederhana. Sekembalinya ke sarang lebah, lebah mengeluarkan cairan tersebut melalui mulutnya dan menyerahkannya ke rekan lebah lainnya. Mereka lalu meletakkannya pada tempat penyimpanan dan mengipasinya dengan sayap agar airnya berkurang dan mengental menjadi madu.

Seekor lebah madu hanya mampu mengumpulkan satu sendok makan nektar bunga seumur hidupnya. Nasibnya pun lumayan tragis, lebah jantan akan kehilangan nyawanya begitu selesai membuahi sang betina. Namun demikian, makhluk mungil ini seringkali menjadi lambang kerja keras, kerjasama tim yang rukun, dan manfaat besar bagi sesama. Ada juga yang mengaitkannya dengan keberkahan, rezeki, serta hasil manis yang didapat dengan jujur.
Pada akun medsosnya PBB menyatakan bahwa aktivitas manusia telah menjadi ancaman bagi lebah madu yang merupakan salah satu makhluk penjaga keanekaragaman hayati dunia. Keberadaan manusia sesungguhnya sangat bergantung pada lebah dan serangga penyerbuk lainnya. Karenanya, PBB mengajak kita semua untuk membantu melindungi lebah dengan menanam beragam tanaman asli, yang berbunga pada waktu yang berbeda sepanjang tahun, membeli madu mentah dari petani lokal, menghindari penggunaan pestisida, melestarikan ekosistem hutan, dan melakukan kegiatan untuk mengatasi perubahan iklim.****
BACA JUGA: “Sahabat Odamun” Memudahkan Masyarakat Memahami Autoimun














