KEADILAN – Partai Gerindra masih membuka peluang untuk berkoalisi dengan Partai Golkar. Hal tersebut dilakukan supaya koalisi partai untuk mendukung Prabowo Subianto selaku Ketua Umum semakin besar.
Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua Umum Partai Gerinsra, Habiburokhman kepada wartawan saat ditanyakan kemungkinan koalisi dengan partai besutan Airlangga Hartarto itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2023).
“Saya bukan pengamat, berapa besar kemungkinan (Partai Golkar bergabung), tapi kita berikhtiar. Kita berusaha, kita berupaya agar koalisi ini lebih besar,” ujar Habiburokhman.
Partai Gerindra hingga saat ini terus mendorong Prabowo untuk kembali maju sebagai calon presiden (capres). Itu sudah merupakan amanat rapat pimpinan nasional (rapimnas) pada Agustus 2022. “Pak Prabowo masih tetap terus kita maksimal sebagai capres,” ujar anggota Komisi III DPR itu.
“Kita tahu kita terikat dalam koalisi yang kokoh solid, insya Allah sampai pelaksanaan 2024. Jadi, namanya komunikasi politik ke manapun kan memang harus kita jalin,” bebernya.
Peta koalisi partai politik pengusung calon presiden (capres) di Pilpres 2024 berpotensi terus berubah. Koalisi pengusung Anies Baswedan dan Prabowo Subianto masing-masing telah memenuhi syarat pencalonan, yaitu batas minimum pangsa kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau presidential threshold.
Saat ini, partai-partai politik telah membentuk tiga koalisi untuk Pemilu 2024. Ketiga koalisi tersebut adalah Koalisi Perubahan, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk KIR. Menteri Pertahanan Prabowo telah mengamankan komitmen kedua partai untuk mengusungnya sebagai calon presiden.
KIB terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dua partai KIB telah mengusung Ganjar Pranowo. Kini KIB hanya dinakodai Partai Golkar.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar








