Dukung Kejagung, Ini Pesan Prabowo untuk Jaksa

Jadilah Jaksa yang berani dan jujur dalam membela keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia tercinta

KEADILAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninggalkan pesan dan kesan dukungan untuk para jaksa. “Jadilah Jaksa yang berani dan jujur dalam membela keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia tercinta.”

Pesan dan kesan itu ditandatangani Prabowo dalam prasasti seusai menyaksikan penyerahan uang sitaan Rp6,6 triliun kepada negara di Kejaksaan Agung (Kejagung) Rabu (24/12/2025).

Penyerahan uang sitaan Rp6,6 triliun kepada negara ini merupakan penyerahan kedua yang disaksikan Prabowo di Kejagung. Sebelumnya pada Oktober 2025 Prabowo juga menjadi saksi langsung keberhasilan Kejagung menyetor Rp13,2 triliun untuk negara.

Dengan penyerahan kedua ini, Prabowo sudah menyaksikan Kejagung menyetorkan uang ke kas negara dengan nilai total Rp19,8 triliun dalam dua bulan. Sebuah angka fantastis. Sebab hampir sama dengan APBD setahun empat provinsi di kawasan Indonesia timur.

Prabowo sendiri menggambarkan dengam bahasa sederhana manfaat uang sitaan yang disetorkan Kejagung. Uang sitaan Rp13,2 triliun bisa digunakan untuk membangun 600 desa nelayan dan merenovasi delapan ribu sekolah. Sedangkan uang sitaan Rp6,6 triliun bisa dimanfaatkan untuk merenovasi enam ribu sekolah.

BACA JUGA: Hanya Prestasi Besar yang Pantas Dilihat di Era Besar

Prabowo dalam pidatonya secara tegas menekankan bahwa Negara Indonesia terlalu lama dirampok. Oleh karena itu ia membentuk Satuan Tugas Penertiban Kwasan Hutan (Satgas PKH) diawal ia menjabat Presiden Indonesia.

“Dalam setiap breefing saya selalu mengingatkan saudara-saudara bahwa yang kita bawa mati hanyalah kebaikan yang menjadi bekal kita kepada Sang Pencipta,” ujarnya berapi-api.

Sekedar diketahui, Satgas PKH adalah satuan pertamabyang dibentuk Prabowo Subianto saat berkuasa. Satuan ini dikomandoi Kejaksaan Agung dengan dukungan TNI dan Polri. Sasaran satuan ini adalah perkebunan sawit dan tambang yang menjarah tanah negara.

Korporasi perkebunan dan tambang ini diduga merugikan negara ribuan triliun rupiah. Itu sebabnya dalam pidatonya Prabowo mengatakan bahwa uang sitaan yang berhasil disita Kejagung ini baru ujung dan sebagian kecil daei kekayaan negara yang selama ini dirampok.

Dalam perbincangan dengam keadilan.id, Jampidsus sekaligus Ketua Pelaksana Harian Satgas PKH Febrie Adriansyah menyebut bahwa sektor terbesar kekayaan negara yang bocor adalah perkebunan dan tambang.

BACA JUGA: Begini Tumpukan Uang Tunai Rp6,6 Triliun yang Disetor Kejagung ke Negara