Keadilan
Keadilan

KEADILAN – Drone yang ditembak jatuh Keamanan Dalam (Kamdal) Kejaksaan Agung (Kejagung) dikendalikan dari Taman Literasi Blok M Jakarta Selatan. Demikian keterangan pers Kapuspenkum Kejagung.

Dalam siaran pers tertulis tersebut, Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyampaikan informasi bahwa drone tersebut ditembak jatuh Rabu malam (05/06/2026). Drone itu terbang berputar di lapangan upacara kejaksaan yang berada tepat di depan Kantor Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus).

Namun Ketut membantah drone tersebut terkait instansi tertentu. Ia juga membantah bahwa drone tersebut terkait dengan penyidikan perkara yang dilakukan di Kantor Jampidsus.

Ketut menyebutkan terbang liarnya drone di atas udara Kejagung bukan pertama kali. Kejadian serupa pernah terjadi. Drone yang ditembak jatuh kemudian diketahui milik sebuah komunitas.

Walau tidak menyebutkan nama komunitas yang mengendalikan drone tersebut, Ketut menyebut drone tersebut dikontrol dari Taman Literasi Blok M yang ada di depan Gedung Utama Kejagung.

Sekedar diketahui, Jampidsus Febrie Ardiansyah beberap waktu lalu dikuntit lima oknum Densus 88 Anti Teror beberapa waktu lalu. Satu penguntit berhasil dilumpuhkan polisi militer yang mengawal Jampidsus.

Tidak lama setelah peristiwa penangkapan oknum penguntit tersebut, sebuah konvoi brimob dilaporkan mengitari Kejagung. Namun hal itu dibantah pihak kepolisian. Pihak kepolisian menyebut konvoi itu sedang melakukan pengamanan.

Selain itu, paska penguntitan, drone juga melintas di atas Kejagung. Melihat keberadaan drone tersebut, Jaksa Agung Muda Pidana Militer (Jampidmil) yang kantornya satu gedung dengan Jampidsus memerintahkan aparat TNI yang mengawal Gedung Kejagung melakukan penembakan. Namun drone-drone tersebut keburu kabur.

Reporter: Syamsul Mahmuddin

Panglima TNI Siap Kirim Pasukan Ke Gaza Jika Ada Mandat Dari PBB