KEADILAN – Fraksi Demokrat Komisi III DPR RI meminta Kepolisian Republik Indonesia segera mengantisipasi potensi dampak keamanan menjelang Pilkada serentak yang akan digelar pada bulan November mendatang.
“Hal ini tentu membutuhkan seni bagi para personil penegak hukum. Sebab sesusah-susahnya penanganan pengamanan saat pilpres (pemilihan presiden), lebih sulit pilkada,” ujar anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan melalui keterangannya kepada wartawan, Selasa (16/7/2024).
Hinca pun mencontohkan kampung halamannya di Asahan, Sumatera Utara, dimana perbedaan pilihan bisa menimbulkan konflik di perkampungan bahkan satu keluarga dalam rumah yang sama. Intensitas itu berpotensi semakin meningkat yang tidak hanya menyisakan perbedaan pendapat, namun juga perkelahian.
Berkaca pada Pilpres lalu kata Hinca, pasangan calon mana hanya tiga, tetapi perbedaan pendapat di tengah masyarakat sangat dasyat.
“Bayangkan pilkada nanti, ada ratusan calon kepala daerah dengan tempat pemilihan yang berbeda-beda pula. Tentu ini tantangan bagi aparat penegak hukum,” tegasnya.
Hinca pun menyinggung keterbatasan personel kepolisian sehingga harus diantisipasi sejak dini. “Biasanya bisa diperbantukan dari kabupaten atau kota terdekat, sekarang sudah tidak bisa dengan pilkada serentak ini,” katanya.
Untuk itu, Hinca mengimbau agar kepolisian dapat memaksimalkan satuan personilnya dengan semangat saling membantu. “Ayo antisipasi dan petakan zona-zonanya. Sebab ini pilkada serentak, maka energinya harus dua kali lipat dari biasanya,” pungkasnya.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Pemerintah Diminta Sosialisasi Wacana Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi







