Keadilan

KEADILAN– Dua kelompok massa berdemonstrasi secara berbarengan di depan Gedung DPR RI pada Jumat (1/3/2024). Namun, tuntutan mereka bertentangan. Ada yang mendorong pemakzulan Presiden Jokowi, ada pula yang menolak pemakzulan.

Aksi massa yang mendorong pemakzulan mengatasnamakan dirinya sebagai Front Rakyat Semesta (FRS) dan Gerakan Rakyat Pejuang Perubahan.

Pantauan keadilan.id  di lokasi, sejumlah massa ini membawa poster hingga menandatangani petisi. Poster berisi berbagai tuntutan dari peserta aksi.

“Makzulkan Jokowi”, “NKRI Rungkad Akibat Pilpres dan Pemilu Curang”, “Selamatkan Demokrasi dari Ulah Kurcaci Oligarki”, hingga “Tolak Pemilu Curang,” demikian bunyi tulisan di spanduk yang mereka bentangkan.

Tulisan tersebut juga sesuai dengan tiga tuntutan yang dibawanya, atau disebut dengan Tritura, yakni turunkan harga sembako, dukung hak angket dan diskualifikasi 02, dan makzulkan Jokowi.

Demonstran Geruduk Gedung DPR, Tuntutan Pemakzulan dan Hak Angket 1

Tak berselang lama kelompok massa FRS memulai aksinya, terlihat mulai berdatangan massa demo yang mengatasnamakan dirinya sebagai Gerakan Jaga Jakarta Jaga Indonesia.

Dari poster yang mereka bawa di mobil berwarna merah, tampak aksi tersebut menjadi tandingan demo dari massa FRS dan Gerakan Rakyat Pejuang Perubahan.

Tulisan di poster tersebut di antaranya “Tolak Hak Angket”, “Tolak Pemakzulan Presiden RI”, “Tolak Kegaduhan Politik”, hingga “Berpikir Positif Menatap Masa Depan Bangsa Indonesia”.

Menanggapi aksi itu, pihak kepolisian pun mengerahkan tiga kendaraan taktis (rantis) sebagai langkah pengamanan.

Untuk pengamanan ini, 2.590 personel gabungan pun dikerahkan oleh pihak kepolisian.

“Dalam rangka pengamanan aksi elemen masyarakat di depan gedung DPR/MPR RI, kami melibatkan sejumlah 2.590 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan Instansi terkait.” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam keterangannya, Jumat (1/3/2024).

Rencananya, aksi demontrasi ini akan berakhir pada pukul 18.00 WIB. Selain dua kelompok massa tersebut, ada pula beberapa anak SMA dengan memakai seragam putih abu-abu dan sejumlah mahasiswa yang turut menggelar aksi di depan gedung DPR RI.

Dika, salah seorang peserta aksi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengatakan,  kelompok mereka merupakan mahasiswa dari 10 kampus terkemuka di Jakarta.

“Kami turun langsung kurang lebih 10 kampus, termasuk dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga ada,” pungkas Diki.

Reporter: Ainul Ghurri/Chairul Zein
Editor: Darman Tanjung

Tagged: , , ,