KEADILAN – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami perkara korupsi pada Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset Teknologi (Kemendikbudristek) dalam Program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019-2022. Tim penyidik pada Jampidsus Kejagung. Sejumlah saksi terus diperiksa. Terakhir, meski Jakarta baru saja dilanda rusuh, Senin (01/09/2025), di Kejagung Jakarta, memeriksa 10 orang sebagai saksi.
Berdasarkan keterangan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, melalui Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, kesepuluh saksi itu dikeriksa untuk memperkuat bukti pida perkara tersebut. Hal ini menunjukan penyidik bersikap profesional dan berhati-hati menangani sebuah kasus.
Sepuluh saksi tersebut adalah PRA selaku Karyawan PT Google Indonesia.
Lalu DS selaku Direktur PT Turbo Mitra Perkasa. HT selaku Direktur PT Bhineka Mentari Dimensi.
NVY selaku Karyawan PT Bhineka Mentari Dimensi. KR selaku Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat SD Tahun Anggaran 2022. HS selaku Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat SMP Kemendikbudristek tahun 2020 sampai 2021.
Saksi selanjutnya adalah TR selaku Kepala Biro Umum Pengadaan Barang dan Jasa pada Kemendikbudristek. MWD selaku Plt. Kepala Biro Umum Pengadaan Barang dan Jasa pada Kemendikbudristek. TBR selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tahun 2021 sampai 2022. Dan terakhir, LL selaku CEO PT Complus Sistem Solusi.
“Sepuluh orang saksi yang diperiksa berkaitan dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset Teknologi (Kemendikbudristek) dalam Program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019 sampai 2022 atas nama Tersangka MUL. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat berkas MUL,” kata Anang Supriatna.
BACA JUGA: Sukses Kuasai 3,4 Juta Hektar Sawit, Kini Satgas PKH Bidik 4,3 Juta Hektar Tambang Ilegal













