Calon Dewas KPK, Benny Mamoto Sebut Kondisi KPK Kurang Baik

KEADILAN – Kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini kurang baik. Hal tersebut merujuk pada rilis Transparency International yang menyebut indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia berada di skor 34. Skor 34 menempatkan Indonesia di posisi ke-109 CPI.

Hal tersebut diutarakan calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Benny Jozua Mamoto saat uji kelayakan dan kepatuhan (Fit and proper test) di ruang rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2024).

“Saat ini kondisi KPK mengalami kondisi yang kurang baik. Karena dari hasil survei juga berada di bawah. Kemudian dari Transparency International, IPK di Indonesia itu 34 dari 100,” ujar Benny.

Menurut Benny, rendahnya IPK tersebut diwarnai oleh berbagai permasalah dalam internal KPK. Hal itu diduga kata Benny terjadi karena polemik dugaan korupsi mantan ketua KPK, penarikan anggota Polri dan Dewas dilaporkan ke polisi.

“Kemudian pimpinan KPK yang diproses sidang etik oleh Dewas, kekalahan KPK dalam beberapa gugatan pra peradilan. Ini juga menjadi atensi publik karena publik menilai bahwa katanya hebat dalam penyidikan, kenapa kalah terus dalam gugatan,” jelasnya.

Hal yang paling miris kata Benny ketika adanya gratifikasi dalam di rumah tahanan KPK. Kata Benny, pihaknya saat menjadi komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan hal yang sama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang lain.

“Inilah yang membuat citra KPK kemudian menurun. Kemudian kurangnya koordinasi dengan instansi lain. Dalam hal ini Kejaksaan dan sebagainya sehingga akhirnya kalah dalam peradilan,” tukasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Poengky Indarti: Pasal TPPU Harus Langsung Disangkakan Kepada Koruptor