KEADILAN – Wabah virus Corona atau Covid-19 yang tengah melanda negeri ini dan dunia mengharuskan semua pihak bergerak saling menolong. Semua harus menggalang kekuatan untuk saling menolong dan saling menguatkan.
Hal itu diungkapkan Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari saat membagikan ratusan bingkisan sembako kepada warga di kawasac Cakung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
“Ini adalah aksi sosial dengan tema peduli terhadap sesama, berbagi kasih untuk kemanusiaan,” kata Arman Depari, Senin (13/4/2020). Selain sembako, paket yang diberikan kepada warga kurang mampu itu juga berisi vitamin.
“Kami bagikan kepada petugas kebersihan, satpam, pengemudi ojek online, dan masyarakat kurang mampu di Kampung Jembatan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Arman berpesan kepada masyarakat untuk tetap semangat menjalani hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 dengan mengikuti instruksi dan anjuran yang sudah ditentukan pemerintah.
Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur untuk melakukan tindak kriminal, termasuk kejahatan narkotika, meski kondisi perekonomian sedang tidak stabil akibat wabah corona.
“Di tengah kesulitan ini, jangan mau terbujuk untuk menggunakan dan menjadi kurir atau transporter narkoba, apalagi menjadi bandar atau ikut terbujuk oleh sindikat narkoba,” ujarnya.
Kekhawatiran itu dikatakan Arman karena banyak pihak akan memanfaatkan situasi sulit ini untuk mendapatkan keuntungan dari cara-cara yang tidak baik. Termasuk penyalahgunaan narkoba.
“Kita juga tidak boleh lengah, sebaliknya tetap waspada, karena kejahatan tetap mengintai kita terutama para sindikat pengedar narkoba, bisa saja memanfaatkan situasi ini dengan menggoda dan mempengaruhi masyarakat yang sedang kesulitan. Dengan iming-iming ekonomi, dapat uang,” papar Arman.
Atas dasar itu, BNN secara proaktif memberikan penjelasan dan edukasi kepada masyarakat. Hal itu dilakukan sembari memberikan bantuan untuk masyarakat yang kurang mampu.
Terkait upaya pihaknya dalam membrikan bantuan kepada pihak yang kurang mampu itu, Arman menjelaskan, “Dunia sedang sakit, bukan hanya Jakarta. Semua sedang sedih. Kita lihat, Amerika, Italia, China, Spanyol, lebih banyak (korban, red). Sekarang, kita sedang bersedih, sehingga kita harus bersatu, menggalang kekuatan, saling menguatkan. kita tidak boleh diam di rumah saja, kita tetap harus keluar, dalam arti, kalau ada orang yang memerlukan bantuan, yakin Tuhan menjaga kita,” katanya.












