KEADILAN-Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Depok melakukan langkah-langkah antisipatif mencegah peristiwa kebakaran yang terjadi di Lapas kelas I Tangerang.
Kepala Pengamanan Rutan Kelas I Depok, Nu’man Fauzi mengatakan, berkaca dari terjadinya kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, pihaknya segera mengambil langkah-langkah dengan pemeriksaan nstalasi listrik, seperti yang disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Jawa Barat.
“Lapas Tangerang sungguh jadi pelajaran. Kami sudah mrmeriksa kabel- kabel listrik di seluruh area rutan. Jika masih berantakan, langsung dirapikan,” kata Fauzi kepada keadilan.id, Kamis (9/92021).
Selain itu, lanjut Fauzi, yang juga menjadi prioritas untuk disiapkan adalah alat pemadam api ringan (apar) dan hydrant.
“Kami sudah ngecek hydrant ternyata sudah banyak yang berkarat. Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok. Termasuk isi ulang apar yang kadaluarsa,” jelas Fauzi.
Di Rutan Kelas 1 Depok, kata dia, butuh belasan apar yang akan disiapkan di setiap unit bangunan di area rutan.
Ketika disinggung terkait over capasity, dia mengakui bahwa persoalan kelebihan kapasitas hampir terjadi di semua lapas dan rutan yang ada. termasuk Rutan Kelas I Cilodong, Depok.
Rutan Kelas 1 Depok memiliki daya tampung 1.100 orang. Namun saat ini penghuni rutan mencapai 1.400 orang.
“Untuk tidur masih layak, namun untuk kehidupan yang lebih sehat belum proporsional,” ujarnya.
Guna mengatasi hal tersebut, lanjut Fauzi, pihaknya selalu berkoordinasi dengan lapas lain yang masih mampu menampung penghuni.
“Secara perlahan kita pindahkan untuk melonggarkan ruangan. Biasanya setiap dua mingggu atau sebulan sekali ada pemindahan warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mengurangi kapasitas. Dipindahkan ke lapas yang lebih longgar, seperti lapas Kelas II Bogor, lapas Kelas II Karawang dan lain-lain,” tutup Fauzi.
Rahmat Fauzi














