KEADILAN- Polres Metro Jakarta Barat menangkap pelaku penyuntik filler Payudara. Pelaku yang diketahui berinisial SR itu ditangkap di rumahnya di kawasan Pondok Pucung, Tangerang Selatan pada Senin (5/4/2021).
Polres Jakarta Barat menangkap pelaku setelah korban yang diketahui T dan D mengadukan kasusnya ke Polres pada 7 Januari 2021 lalu. Kedua korban mengaku mengalami infeksi payudara usai insiden penyuntikan filler tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Benar, pelakunya sudah kami tangkap kemarin,” ujar Arsya saat dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021).
Lanjut Arsya, tersangka penyuntik filler tersebut bukanlah seorang dokter. Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, kata Arsya, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti berupa alat anestesi, alat sisa suntikan dan beberapa botol filler.
Pengakuan tersangka kepada polisi kata Arsya hanya lulusan sarjana pertanian.
SR mengaku ikut kelas suntik filler oleh seseorang yang mengaku dokter inisial LC. Praktik kelas suntik tersebut hanya dalam sehari di sebuah hotel di Tamansari, Jakarta Barat itu diikutinya pada 10 Oktober 2020 lalu.
Dari kelas itu SR mendapatkan sertifikat yang dijadikannya sebagai tameng untuk melakukan suntik filler kepada pasiennya. “Saat ini kami masih memburu LC yang memberikan sertifikat yang diduga palsu itu,” katanya.
Apa itu Filler?
Data yang dihimpun keadilan dari berbagai sumber, filler memang menjadi tren dan dijadikan solusi untuk menambah estetika terutama di dunia kosmetik. Banyak wanita yang melakukan filler di beberapa bagian tubuh seperti bibir, hidung hingga payudara.
Bahkan tak jarang sampai mengeluarkan uang yang banyak demi bisa mendapatkan filler tersebut. Namun, banyak yang tak mengetahui apa itu filler payudara, terbuat dari apa dan apa efek samping dari prosedur tersebut bagi kesehatan.
Filler adalah pengisi jaringan lunak, yakni zat yang dirancang untuk disuntikkan di bawah permukaan kulit guna menambah volume dan kepadatan di area yang disuntikkan, misalnya di bawah jaringan kulit pada payudara.
Kandungan zat yang digunakan dalam filler payudara, maupun yang digunakan pada bagian tubuh lainnya, meliputi:
Pertama. Kalsium hidroksilapatit, yakni senyawa mirip mineral yang ditemukan di tulang.
Kedua. Asam hialuronat, yang ditemukan di beberapa cairan dan jaringan tubuh yang menambah kekenyalan pada kulit.
Ketiga. Polyalkylimide, gel transparan yang kompatibel dengan tubuh.
Keempt. Asam polylactic, yang merangsang kulit untuk membuat lebih banyak kolagen.
Kelima. Mikrosfer polimetil-metakrilat (PMMA), pengisi semi permanen.
Efek samping filler yang paling umum di antaranya:
Pertama. Ruam kulit, gatal, atau erupsi seperti jerawat
Kedua. Kemerahan, memar, berdarah, atau bengkak
Ketiga. Penampilan yang tidak diinginkan, seperti asimetri, benjolan, atau koreksi berlebihan pada kerutan
Keempat. Kerusakan kulit yang menyebabkan luka, infeksi, atau jaringan parut
Kelima. Kemampuan untuk merasakan substansi pengisi di bawah kulit
Keenam. Kebutaan atau masalah penglihatan lainnya
Ketujuh. Kematian sel kulit karena hilangnya aliran darah ke area tersebut
Odorikus Holang








