KEADILAN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebutkan ada dua aspirasi yang masuk untuk pemekaran wilayah Papua, yakni di kawasan Papua Selatan dan Papua Pegunungan. Namun dari kedua kawasan itu, yang sudah siap dijadikan provinsi baru adalah Papua Selatan.
Terkait pemekaran ini, Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron mengatakan, pemekaran tersebut diharapkan akan menjadi sumber pendanaan baru baik itu provinsi atau kabupaten kota induk maupun daerah otonomi baru.
“Karena apa, ada banyak cara untuk bisa mensejahterakan masyarakat, ada banyak cara untuk bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, ada banyak cara untuk mendekatkan pelayanan publik, sehingga kemudian rakyat merasa bahwa pelayanan publik ini menjadi lebih baik,” ujar Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).
Namun jalan pintas yang lebih mudah kata Herman, sebetulnya adalah pembentukan daerah otonomi baru. Propinsi yang mungkin jarak jangkauan dari sebuah daerah ke daerah lainnya yang selama ini jauh, bisa didekatkan dengan satu kumpulan kabupaten kota yang membentuk provinsi. “Lebih dekat, akan lebih efisien, akan lebih efektif pelayanannya,” tegasnya.
Dikatakan Herman, dalam satu kabupaten tertentu kalau dimekarkan juga pelayanannya akan lebih efektif, lebih efisien serta menjangkau terhadap masyarakat. Jangkauan pelayanan pemerintah pun akan lebih baik. Pasalnya, jumlah masyarakat yang harus dilayani semakin kecil.
“Selain kemudian daya jangkau, keefektifan pelayanan. Kemudian keefektifan penyaluran terhadap anggaran, tentu daerah otonomi baru juga menumbuhkan semangat baru di dalam membangun daerahnya, banyak aspek,” tukasnya.










