KEADILAN – Sandrani Abubakar, saudara kembar istri mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, mengaku sempat marah saat rumah di Jalan Pinang Merah II, Pondok Indah, Jakarta Selatan disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 7 Agustus 2019.
“Saya kaget dan sempat marah sama kembaran. Kenapa kok bisa sampai begitu, karena saya enggak pernah ceritain apa-apa,” kata dia, saat memberikan keterangan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Sandrani memberikan keterangan untuk terdakwa Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, dan pengusaha Soetikno Soedarjo yang terjerat kasus suap pengadaan proyek di PT Garuda Indonesia.
Jaksa Penuntut Umum pada KPK pada surat dakwaan Emirsyah Satar mengungkapkan Emirsyah mentransfer uang menggunakan rekening atas nama Woodlake International di Union Bank Of Switzerland (UOB) melalui beberapa rekening hingga ke rekening atas nama Sandrani Abubakar untuk pembayaran biaya renovasi rumah di jalan Pinang Merah II.
Rumah di kawasan elite Pondok Indah senilai Rp 5,79 miliar itu diduga aset milik Emirsyah. Sandrani mengungkapkan, rumah itu milik kedua orang tuanya hasil hibah. Awalnya, orang tua Sandrani menjual rumah pribadi di Permata Hijau.
Rumah itu dibeli Emirsyah beserta istri, almarhum Sandrina Abubakar, melalui hibah namun dengan kompensasi. Kompensasi hasil penjualan itu, kemudian dibelikan rumah di Pondok Indah oleh orang tua Sandrani.
“Rumah Permata Hijau rumah satu-satunya rumah orang tua. Dari mana mereka bisa beli rumah lain kalau itu hibah murni,” tutur Sandrani.
Di persidangan itu, Sandrani mengaku
tidak bisa berbuat banyak terkait penyitaan rumah itu, karena saudara kembarnya itu kaget melihat kasus menjerat Emirsyah. Dia mengenang saudara kembarnya yang mengalami stres berat hingga meninggal dunia.
“Waktu itu almarhum stres berat. Akhirnya sakit kanker pankreas enggak lama setelah suaminya ditetapkan sebagai tersangka KPK,” ujar Sandrani.
Sandrani membantah tidak menerima uang sepeserpun dari aliran dana tersebut.
“Saya tidak tahu mengenai aliran dana mengenai sumber dana sama sekali,” tambahnya.






